SALAM ANDA

DAFTAR BLOG SISWA PM 1

MERUMUSKAN SOLUSI MASALAH

MATERI PEMBELAJARAN
Untuk memulai penelitian bisnis kita perlu melakukan identifikasi dan formulasi masalah. Tahap ini merupakan tahap yang penting dalam melakukan penelitian karena masalah tersebut merupakan indikasi spesifik yang berhubungan dengan area pengambilan keputusan.
A. MASALAH
1. Pengertian Masalah
Masalah atau permasalahan sesuatu yang selalu dihadapkan kepada manusia, berat ringan, sulit dan mudah, rumit atau tidaknya semua tergantung yang menjalaninya. Diterima atau tidak diterima pasti kita akan menjumpai masalah. Baik dari masalah keluarga, sekolah, masyarakat, dunia kerja atau masalah lain yang semua itu membutuhkan solusi/pemecahannya.
Seorang wirausaha yang ingin kariernya sukses pasti juga tidak lepas dari kehadiran masalah, sehingga wirausaha tersebut dituntut harus bisa menyelesaikan dan mengambil keputusan yang tepat untuk keluar dari masalah.
Proses mengidentifikasi masalah mencakup tahapan yang saling berinteraksi, di antaranya :
a. Mendapatkan tujuan-tujuan yang berasal dari pembuat keputusan
Tugas pertama bagi seorang peneliti adalah memperoleh dan memahami masalah yang sedang dialami oleh pembuat keputusan sehingga penelitian yang akan dilakukan sesuai dengan masalah yang sedang dihadapi oleh pihak manajemen dan bermanfaat untuk pengambilan keputusan.
b. Memahami latar belakang masalah
Agar masalah dapat dipahami oleh peneliti, sebaiknya mengetahui latar belakang masalah. Caranya dengan melakukan analisis situasional, yaitu proses mengumpulkan informasi secara informal tentang latar belakang masalah agar dapat dikenali area pengambilan keputusannya. Masalah itu mirip gunung es ; apa yang tampak di luar hanya puncaknya saja sedang yang tidak kelihatan jauh lebih besar. Itu berarti peneliti mempunyai tugas yang berat dan harus mampu mengungkap gunung es yang tidak tampak tersebut.
Pertanyaan sebenarnya adalah apakah masalah itu ?
a. Masalah adalah menggerakkan seseorang untuk memecahkannya. Masalah harus dapat dirasakan sebagai tantangan (rintangan) yang harus diatasi atau dilalui.
b. Masalah harus memiliki unsur yang menggerakkan kita untuk membahasnya.
c. Masalah adalah kesenjangan antara harapan dengan kenyataan, antara rencana dengan pelaksanaannya.
d. Masalah adalah deviasi/penyimpangan dari standar atau dari apa yang dianggap normal.




2. Latar Belakang Masalah
Dalam lingkungan bisnis, untuk memahami latar belakang masalah dilakukan dengan mengidentifikasi faktor-faktor di bawah ini :


Tahap pertama peneliti melakukan observasi mengenai lingkungan perusahaan yang melatarbelakangi persoalan tersebut dengan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin, diantaranya adalah :
a. Informasi di masa lalu yang berkaitan dengan data pribadi pegawai misalnya status kepegawaian, kapan pertama kali terdaftar sebagai pegawai, jenis kelamin, pendidikan, jumlah keluarga, gaji dan seterusnya.
b. Data lain yang berhubungan dengan jam kerja, jumlah mangkir, jumlah keterlambatan.
c. Data yang berkaitan dengan produktivitas pegawai dan kinerja perusahaan.

3. Ciri-ciri Masalah
Permasalahan yang dihadapi oleh wirausahawan hendaknya berupa masalah-masalah aktual dan menarik. Menurut Dewey, seorang wirausahawan yang berpikir reflektif itu hendaknya :
a. Merasa bimbang, bingung dan kesulitan.
b. Merumuskan masalah yang ingin dipecahkan.
c. Menguji hipotesis dengan mengumpulkan data faktual sebagai usaha menemukan cara pemecahan masalah, sehingga kebimbangan dapat diatasi.
d. Mengembangkan ide untuk memperoleh pemecahan masalah yang terbaik.
e. Mengambil kesimpulan yang didukung oleh fakta-fakta atau bukti-bukti yang tidak di dukung oleh data yang falid.

4. Jenis-jenis Masalah
Masalah yang timbul dalam kenyataan dapat berada dalam setiap jenis dan bentuk kegiatan pribadi, keluarga, organisasi, masyarakat, dan lain-lain. Oleh karena itu, karakteristik jenis masalah akan berpengaruh terhadap cara pemecahannya.
a. Masalah pribadi
Masalah yang timbul atau dialami dari individu yang bersangkutan.
Contoh : Seorang siswa mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan belajarnya terutama dengan berbagai macam karakter guru.
b. Masalah keluarga
Masalah yang terjadi dalam keluarga atau lingkungan keluarga di rumah
Contoh: Ekonomi keluarga lemah, perceraian orang tua, kenakalan anak-anaknya, kurang komunikasi yang baik antarkeluarga, dan lain-lain.
c. Masalah organisasi
Masalah yang terjadi dalam organisasi tertentu baik yang bergerak untuk mencari keuntungan (profit) maupun yang tidak mencari keuntungan(nonprofit).
d. Masalah masyarakat
Masalah yang terjadi dalam masyarakat yang ditimbulkan oleh aktivitas masyarakat itu sendiri.
Contoh :
- Rendahnya disiplin berlalu lintas oleh masyarakat.
- Rendahnya norma-norma kebudayaan oleh masyarakat.
- Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
- Tingginya angka pengangguran pada masyarakat perkotaan yang mengakibatkan kejahatan merajalela.

5. Teknik Pemecahan Masalah
a. Masalah individu
Teknik pemecahan masalah individu sangat bergantung kepada karakteristik masalah individu yang bersangkutan. Berdasarkan pengalaman, setiap masalah pribadi yang timbul dapat dilakukan langkah-langkah pemecahan masalah sebagai berikut :
1) Berusaha memahami masalah dengan seksama
2) Menganalisis masalah dengan cermat
3) Mengukur kemampuan diri untuk memecahkan masalah
4) Mencari data atau fakta maupun informasi yang memperkuat pemecahan masalah
5) Mengambil keputusan pemecahan masalah yang terbaik
Contoh :
Salah satu siswa kelas 1 SMK mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan jurusan yang dipilihnya.
Langkah-langkah pemecahan masalah :
- pahami akar masalah,
- menganalisis diri dengan kemampuan, niat dan bakat serta kemauan untuk mencintai jurusannya,
- mencari teman yang diajak diskusi dalam memecahkan masalah,
- konsultasi dengan guru BP, wali kelas, dan guru.

b. Masalah kelompok
Berbeda dengan masalah individu atau pribadi, masalah kelompok memerlukan metode pemecahan masalah yang melibatkan lebih dari seorang atau pemecahan dalam kelompok.

c. Masalah organisasi
1) Masalah organisasi yang bergerak dalam bidang nirlaba (tidak mencari keuntungan), biasanya dipecahkan dengan mengedepankan asas kebersamaan dan kekeluargaan dalam memecahkan masalah yang timbul demi keberlangsungan organisasi.
2) Masalah usaha yang berusaha untuk mencari keuntungan, pemecahan masalah yang diambil berkaitan dengan efisiensi dan untung rugi atas masalah yang diambil.

6. Membedakan Masalah Keputusan dengan Manajemen Masalah Riset Bisnis
Agar tidak melakukan kesalahan dalam merumuskan masalah, peneliti perlu mengetahui perbedaan antara masalah keputusan manajemen dengan masalah riset bisnis. Riset bisnis merupakan salah satu komponen faktor-faktor yang mendukung proses dalam pengambilan keputusan.
a. Masalah keputusan manajemen
Masalah yang dihadapi oleh para pembuat keputusan mengenai hal-hal apa yang harus mereka lakukan disebut masalah keputusan manajemen.
b. Masalah riset bisnis
Suatu masalah yang mengharuskan peneliti dapat menentukan informasi apa yang diperlukan dan bagaimana informasi tersebut dapat diperoleh dengan cara yang paling layak disebut masalah riset bisnis.

7. Proses Melakukan Spesifikasi Masalah
Proses melakukan spesifikasi masalah dilakukan sebagaimana tertera dalam gambar bagan di bawah ini :












Gambar di atas mempunyai maksud sebagai berikut :
Pihak manajemen menyadari adanya masalah-masalah yang sedang dihadapi saat ini dan melihat akan adanya masalah potensial yang akan terjadi di waktu-waktu yang akan datang. Masalah-masalah tersebut setelah didefinisikan dan diidentifikasi kemudian menjadi masalah manajemen yang nyata. Pihak manajemen meminta masalah tersebut diteliti oleh peneliti sehingga menjadi masalah riset bisnis. Oleh peneliti masalah-masalah tersebut di-spesifikasikan menjadi topik riset yang diterjemahkan dari masalah manajemen.

8. Langkah-langkah Pemecahan Masalah
Salah satu kecenderungan dari pemecahan masalah adalah keterbatasan kapasitas sebagai manusia, khususnya keterbatasan kemampuan mental manusia dalam membuat keputusan. Dasar pemecahan masalah yang bermacam-macam tentu saja digunakan untuk mengatasi masalah yang bermacam-macam pula.
Adapun prosedur pemecahan masalah, langkah-langkah dapat menggunakan metode ilmiah sebagai berikut :
a. Kenalilah persoalan secara umum.
b. Identifikasi problem-problem utama yang terkait.
c. Tentukan fakta-fakta dari data-data penting yang berkaitan dengan masalah.
d. Carilah sebab-sebab problem tersebut.
e. Pertimbangkan berbagai kemungkinan jalan keluar dari problem tersebut.
f. Pilihlah jalan keluar yang dapat dilaksanakan dengan baik.
g. Periksalah apakah cara penyelesaian masalah tersebut sudah tepat.



9. Masalah dan Solusi
Dalam kenyataan sering terjadi kerancuan pengertian antara masalah dan solusi. Oleh karena itu, perlu penjelasan yang memadai agar memudahkan kita untuk memecahkan masalah.

10. Memanfaatkan Berbagai Informasi Untuk Memecahkan Masalah Dan Mengambil Keputusan
Informasi bagi organisasi sangat penting, terutama saat dibutuhkan untuk pemecahan masalah. Oleh karena itu, informasi yang masuk dalam organisasi harus baik dan benar. Untuk bisa baik dan benar diperlukan persyaratan lengkap sesuai kebutuhan, terpercaya dan masih aktual.
Berikut ini macam-macam informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah dalam pembuatan keputusan usaha.
a. Informasi Kuantitatif
Berisi masukan nilai yang dapat dihitung seperti masalah berat, jumlah, tekanan dan temperatur.
b. Informasi Kualitatif
Berisi masukan nilai yang dapat dirasa seperti bentuk, mutu produk, kecepatan, panas dan dingin.
c. Informasi Kontrol
Misalnya pemberian petunjuk apakah suatu perubahan variabel produk model atau desain berjalan normal atau tidak.
d. Informasi Simbol
Misalnya petunjuk dalam rambu-rambu bisnis, seperti kardus yang diberi tanda payung (artinya tidak boleh kena air) tanda gelas retak (artinya barang mudah retak).
Contoh : konstruksi pabrik, gudang dan pemasaran.
Sumber-sumber informasi yang dibutuhkan para wirausaha, antara lain meliputi informasi mengenai daya beli dan selera konsumen, permintaan dan penawaran, persaingan, advertensi, produk bersaing, pengembangan produk, desain dan perilaku konsumen.
Sumber-sumber bisnis yang dikumpulkan dan diperlukan wirausaha mempunyai persyaratan sebagai berikut :
a. Data-datanya terpercaya
b. Data-datanya harus lengkap
c. Data-datanya masih berlaku
d. Data-datanya dapat digunakan
Kunci keberhasilan seorang wirausahawan terletak pada cara mengelola informasi dan bukan terletak pada banyaknya informasi yang diperoleh. Sumber-sumber informasi yang dibutuhkan dalam rangka menunjang kebijakan usaha atau bisnis terdiri dari sumber informasi data primer dan informasi data sekunder.
a. Sumber informasi data primer
Yaitu sumber informasi yang diperoleh wirausahawan dari hasil survey langsung atau pendataan sendiri secara langsung pada :
1) Konsumen
2) Pedagang perantara
Metode pengumpulan data primer meliputi :
1) Pemberian kuesioner secara langsung dengan responden
2) Pengisian kuesioner melalui telepon
3) Pemberian kuesioner melalui surat
4) Kuesioner dalam E_Mail
b. Sumber informasi data sekunder
Yaitu sumber informasi yang diperoleh wirausaha dari hasil survey atau laporan dan dat dari pihak luar usaha, bisa berasal dari :
1) Media massa 4) Perkumpulan dagang
2) Pemerintah 5) Kadin
3) Biro statistik 6) Catatan ekstern perusahaan, dan sebagainya.
Meski data sekunder secara fisik sudah tersedia namun dalam mencari data tersebut kita tidak melakukannya secara sembarangan. Untuk mendapatkan data yang tepat sesuai dengan tujuan penelitian, kita perlu menggunakan beberapa pertimbangan yang lebih mendalam, diantaranya sebagai berikut :
1) Jenis data harus sesuai dengan penelitian yang sudah kita tentukan sebelumnya.
2) Data sekunder yang dibutuhkan tidak menekankan pada jumlah tetapi pada kualitas dan kesesuaian.
3) Data sekunder biasanya digunakan sebagai pendukung data primer. Oleh karena itu kadang-kadang kita tidak dapat hanya menggunakan data sekunder sebagai satu-satunya sumber informasi untuk menyelesaikan masalah.
Dengan adanya sumber-sumber informasi, wirausahawan akan dapat :
1) Memilih dan membuat produk lebih cepat dan murah
2) Memilih dan membuat produk yang bermutu, laku dijual dan harga bersaing
3) Memilih dan menentukan wilayah pemasaran yang menguntungkan
4) Memilih dan membuat kombinasi dan desain baru
5) Memilih dan membuat produk lebih baik dan harga murah


Tugas :
STUDI KASUS
PT. SONY INDONESIA

Para jawara yang siap bertarung di dunia persilatan, produsen TV layar datar atau disebut juga Flat TV kini mempersiapkan kecanggihannya masing-masing. Jika dalam dunia persilatan masing-masing jawara adu kekuatan, adu ketahanan atau adu ketajaman, produsen TV kurang lebih sama. Masing-masing produk yang diluncurkan ke pasar adu keunggulan.
Boleh dibilang saat ini Sony menjadi pelopor TV layar datar di Indonesia. Menurut Jentri W.Izhar, Product Supervisor Home Visual Product Marketing Departement PT.Sony Indonesia, sejak 2002 lalu Sony berkonsentrasi sepenuhnya menggarap TV Flat, terutama sejak peluncuran TV Flat Wega. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan pasar sekitar 10 % dari total penjualan TV Flat dari berbagai produk. Target market Sony saat ini termasuk menengah atas dengan harga paling murah untuk tipe 14 inci sekitar Rp.1,5 Juta. Penjualan TV secara umum per bulan mencapai 20 ribuan dan penguasaan pasar Sony sekitar 40 % dari TV layar datar.
Menilik teknologinya, saat ini Trinitron satu-satunya teknologi yang unik dan hanya dimiliki oleh Sony. Sedangkan competitor umumnya menggunakan teknologi shadow mask yang berkembang dengan teknologi Flat Screen. Sony memang perintis Flat TV. Bahkan Trinitron sudah diluncurkan sejak tahun 1968 yang ketika di klaim sebagai revolusi di dunia televisi. Teknologi Trinitron, pun ditingkatkan menjadi FD Trinitron yang dikeluarkan di Indonesia akhir tahun 1997. Saat ini teknologi yang terakhir digunakan pada TV layar datar merk Sony adalah Super Fine Pitch FD Trinitron yang resolusinya lebih bagus. Teknologi ini tentu merupakan nilai tambah bagi merk Sony.
Diakui Jentri, tipe 21 inci masih paling banyak diminati dibandingkan tipe lain. Harga Flat TV secara umum makin merosot. Ini tergantung seberapa cepat teknologi itu diterima. Saat ini penjualan per bulan untuk Flat TV Sony sekitar 8 ribu sampai 20 ribu. Lain halnya Flat TV merk LG dengan produk terbarunya, Flatron TV. Menurut Young H Kim, Presiden Direktur LG Electronics Indonesia, saat ini LG hanya memproduksi sekitar 15 % Flat TV dari total TV LG. produk terbesar di Flat TV juga baru terbatas pada tipe 15 inci dan 21 inci.
Sumber : Majalah prospektif online, media 14 maret 2003, 10:01 dari http//www.prospektif.com, diakses 31 Juli
2003 oleh Drs.Kamaludin, MM dalam bukunya Pengambilan Keputusan Manajemen.
Pertanyaan Kasus :
1. Rumuskan permasalahan yang sedang dihadapi oleh PT.Sony Indonesia !
2. Buatlah solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut !

Latihan :
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas !
1. Dalam proses pembuatan keputusan, keragu-raguan dan ketidaksetujuan masih diperlukan. Mengapa demikian ?
2. Sebutkan masalah masyarakat di lingkungan Anda tinggal !
3. Apa yang Anda lakukan jika sedang mengalami masalah pribadi ?
4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan sumber informasi data primer !
5. Jelaskan manfaat berbagai informasi untuk memecahkan masalah !
6. Jelaskan syarat-syarat sumber-sumber informasi !
7. Jelaskan pentingnya informasi bagi wirausaha !
8. Apa yang dimaksud dengan informasi kuantitatif ?
9. Sebutkan sumber-sumber informasi yang dibutuhkan para wirausaha !
10. Bagaimana dampaknya jika sumber-sumber informasi itu datanya kurang lengkap ?

Uji Kompetensi
A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, d dan e di depan jawaban yang benar !
1. Dalam proses pengambilan keputusan, keragu-raguan dan ketidaksetujuan masih diperlukan karena bermanfaat untuk ……
a. merangsang daya imajinasi untuk mendapatkan jawaban yang benar terhadap masalah
b. setiap keputusan akan menimbulkan suatu rangkaian tindakan
c. mempertimbangkan orang-orang yang akan merasakan akibat keputusan tersebut
d. memperhatikan masalah emosional, pikiran, perasaan, kekecewaan, maupun pengaruh kejiwaan lainnya
e. mendorong ke arah tercapainya sasaran atau tujuan
2. Kesenjangan atau perbedaan antara sesuatu yang diharapkan dengan kenyataan yang ada disebut ……
a. solusi d. masalah
b. alternative e. fenomena
c. kontroversi
3. Cara terbaik mengembangkan gagasan untuk dapat memecahkan suatu masalah, adalah melalui ……
a. Penataran d. diskusi
b. Seminar e. rapat bersama
c. merenung
4. Merasa bimbang, bingung dan kesulitan termasuk salah satu cara penerapan teori Dewey tentang berpikir ……
a. logis d. praktis
b. reaktif e. reflektif
c. positif
5. Suatu pilihan yang diambil dari sejumlah pilihan yang ada disebut ……
a. kendala d. masalah
b. alternatif e. keputusan
c. perumusan
6. Pemecahan dan cara-cara penyelesaian masalah tidaklah sulit jika wirausahawan bekerja dalam ……
a. lingkungan yang baru
b. lingkungan yang sudah terbiasa
c. lingkungan yang labil
d. lingkungan yang penuh dengan gejolak
e. lingkungan yang penuh dengan persaingan
7. Pemecahan masalah secara ilmiah adalah dengan jalan ……
a. sistematis
b. mengumpulkan data yang konkret
c. mengumpulkan, mengolah data, dan menyimpulkan dari penganalisisan tersebut
d. memecahkan masalah dengan baik
e. banyaknya alternatif pemecahan
8. Masalah yang dihadapi wirausahawan mengandung beberapa kemungkinan ……
a. harapan d. tindakan
b. tujuan e. penerapan
c. pemikiran
9. Berikut ini yang merupakan masalah utama di lingkungan sekolah adalah ……
a. siswa sering terlambat
b. siswa sering membolos karena terlambat
c. siswa malu menggunakan sepeda dan lebih memilih naik bus
d. siswa terlambat karena bus yang penuh
e. siswa yang rumahnya jauh dari sekolah
10. Seorang wirausahawan harus memiliki sifat inisiatif, kreativitas, dan etos kerja. Pada hakikatnya pekerjaan seorang wirausahawan adalah ……
a. mencari masalah baru
b. memecahkan berbagai masalah yang muncul
c. membuat masalah baru
d. mengumpulkan masalah-masalah yang terjadi
e. membuat keputusan sebelum mengetahui masalah yang sebenarnya
11. Dalam mengidentifikasi masalah utama dapat dilihat dari ……
a. gejala-gejala masalah
b. alternatif yang ada
c. akibat yang ditimbulkan
d. masalah-masalah kecil
e. kenyataan yang ada
12. Pemerintah Jakarta akan berusaha memperkecil bencana banjir yang selalu datang setiap tahunnya. Hal ini merupakan ……
a. masalah d. solusi
b. alternative e. kesempatan
c. hambatan
13. Anggapan yang keliru dalam mendefinisikan suatu masalah adalah ……
a. menekankan pada gejalan-gejala saja tanpa dicari masalah utamanya
b. masalah adalah suatu hambatan dalam mencapai tujuan
c. masalah merupakan kesenjangan antara harapan dengan kenyataan yang ada
d. masalah merupakan tindakan pelanggaran terhadap norma
e. dalam mencari solusi harus dicari masalah utama terlebih dahulu
14. Yang bukan teknik pemecahan masalah individu sangat tergantung pada masalah karakteristik individu bersangkutan yaitu ……
a. berusaha memahami masalah dengan seksama
b. menganalisis masalah dengan cermat
c. lari dari masalah
d. mengambil keputusan sebagai pemecahan masalah
e. mengukur kamampuan diri untuk memecahkan masalah tersebut
15. Ciri-ciri masalah merupakan ……
a. pemikiran yang sangat berat
b. tantangan yang harus diatasi
c. pemikiran yang sangat pelik
d. tantangan bersama
e. kesulitan bersama
16. Langkah terakhir dalam pemecahan masalah ……
a. mengumpulkan data-data
b. mengkaji masalah
c. menyadari dan merumuskan masalah
d. aplikasi dan verifikasi
e. pengambilan keputusan
17. Kesimpulan yang tidak didukung oleh data yang valid sebaiknya ……
a. diterima
b. ditolak
c. digunakan asal merupakan pendapat relasi terdekat
d. diterima karena tidak merugikan
e. diterima dengan syarat tertentu
18. Berikut ini yang bukan masalah yang berasal dari dalam oraganisasi perusahaan sendiri adalah ……
a. hambatan komunikasi antar karyawan
b. kurangnya anggaran perusahaan
c. omzet penjualan yang menurun
d. kenaikan harga secara umum
e. pemogokan kerja buruh dan karyawan
19. Wirausahawan akan membentuk tim khusus bila jenis masalah yang dipecahkan ……
a. ringan d. khusus
b. sedang e. semua jawaban benar
c. berat
20. Kegiatan usaha berkembang dan membesar mengakibatkan masalah yang dihadapi akan semakin ......
a. rumit tetapi mudah memecahkannya
b. sederhana tetapi lebih sulit memecahkannya
c. banyak sehingga memerlukan pemecahan berdasarkan keahlian
d. berkembang dan semakin sulit memecahkannya
e. kompleks dan tidak bisa memecahkan masalahnya


21. Masalah organisasi yang berusaha mencari keuntungan dapat diselesaikan dengan ……
a. diambil berkaitan dengan efisiensi dan untung rugi
b. dilaporkan kepada pihak berwajib
c. diberi uang banyak
d. membiarkan masalah tersebut tanpa ditangani
e. memperbesar masalah dengan kekerasan
22. Individu atau kelompok yang sebenarnya terlibat dalam pemilihan alternatif yang tersedia disebut ……
a. pembuat keputusan d. pelaku keputusan
b. penerima keputusan e. penanggungjawab keputusan
c. penyumbang keputusan
23. Dalam menyusun alternatif-alternatif, apabila kita tidak mempunyai pilihan berarti bahwa …
a. tidak ada pemecahan masalah
b. tidak perlu menganalisis alternative
c. tidak ada keputusan yang perlu diambil
d. tidak ada masalah apapun
e. tidak ada kreativitas yang muncul
24. Tahap-tahap dalam pengambilan keputusan dimulai dari kegiatan ……
a. mengidentifikasi masalah utama
b. menganalisis alternatif
c. menguji alternatif yang ada
d. menyusun alternatif-alternatif
e. mengambil keputusan akhir
25. Seseorang yang dihadapkan pada berbagai macam menu di suatu restoran dan orang tersebut dalam memilih keputusan berdasarkan, ……
a. selera d. kebutuhan
b. kebiasaan e. alternatif
c. kemampuan
26. Salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan adalah ……
a. pemasaran d. lingkungan wirausahawan
b. orientasi sejarah e. dampak positif dan negatifnya
c. sumber daya
27. Setelah lulus SMK seorang siswa dihadapkan beberapa macam pilihan yang berkenaan dengan masa depannya. Akhirnya menjadi wirausahawan merupakan pilihan yang diambilnya, berarti siswa tersebut telah mengambil suatu ……
a. alternative d. keinginan
b. pilihan e. harapan
c. keputusan
28. Langkah-langkah yang diambil oleh pembuat keputusan untuk memilih alternatif-alternatif yang ada disebut ……
a. proses pengambilan keputusan d. mengidentifikasi masalah
b. menyusun keputusan e. menyelesaikan masalah
c. menganalisis alternatif
29. Suatu alternatif pendekatan yang sistematik terhadap suatu masalah mulai dari identifikasi masalah sampai dengan pemilihan alternatif dinamakan ……
a. pembagian masalah dan pembagian keputusan
b. metode pemecahan masalah dan pembuatan keputusan
c. strategi pemecahan masalah dan penentuan keputusan
d. pemecahan masalah dan penetapan keputusan
e. penetapan masalah dan penetapan keputusan
30. Setiap fakta dan data diolah, dianalisis secara cermat dan tepat dengan jenis permasalahan yang harus dipecahkan disebut ……
a. sistematis d. efisien
b. rasional e. efektif
c. analisis
31. Informasi yang berisi masukan nilai yang dapat dihitung, seperti masalah berat, jumlah, tekanan, temperatur dan sebagainya disebutkan informasi ……
a. kualitatif d. simbol
b. spekulatif e. media online
c. kuantitatif
32. Mencari dan mengumpulkan informasi relatif mudah apabila para wirausaha ……
a. cerdas, cekatan, terampil, berpengalaman, dan pandai berkomunikasi
b. banyak modal
c. mengutamakan pelanggan
d. mencari informasi dari pesaing
e. menghindari konflik
33. Dengan memanfaatkan sumber-sumber informasi, para wirausaha akan melaksanakan perubahan atau perbaikan hal-hal berikut, kecuali …….
a. perluasan kompetisi bisnis d. sikap mental
b. pembuatan produk e. ketenagakerjaan
c. pemasaran dan penjualan produk
34. Sumber informasi data sekunder di antaranya adalah ……
a. hasil riset d. biro statistik
b. konsumen sendiri e. para penjual sendiri
c. pedagang sementara
35. Manfaat sumber-sumber informasi usaha adalah ......
a. akan mengarahkan perusahaan pada cara kerja tradisional
b. akan mengarahkan perusahaan pada peningkatan modal
c. akan mengarahkan perusahaan konsep menghemat biaya
d. untuk menghindari besarnya pungutan
e. akan mengarahkan perusahaan pada cara kerja perusahaan, perluasan kompetisi, pemasaran, penjualan, distribusi, promosi dan lain-lain




B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan benar !
1. Apa yang dimaksud dengan masalah ? Sebutkan ciri-ciri masalah itu !
2. Bagaimana yang sikap yang sebaiknya dilakukan untuk menghadapi berbagai masalah yang sering timbul ?
3. Sebutkan langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pemecahan masalah !
4. Informasi dapat menunjang kebijaksanaan usaha, sedangkan sumber informasi berasal dari dua sumber. Dari mana sajakah sumber informasi tersebut, sebutkan !
5. Jelaskan satu tanggung jawab terpenting wirausahawan dalam kaitannya konsep masalah !
6. Jelaskan faktor yang menghambat munculnya kreativitas !
7. Jelaskan pengertian tentang alternatif !
8. Sebutkan 2 faktor penting yang diperlukan dalam penyusunan alternatif !
9. Lingkungan yang bagaimanakah yang dapat menghambat kreativitas seseorang dalam bekerja ?
10. Jelaskan penerapan teori Dewey tentang berpikir reflektif !

1 Response to "MERUMUSKAN SOLUSI MASALAH"

  1. JAWABANNYA MANAAAAAAAAAAAAAAA??????????? AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

Poskan Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme