SALAM ANDA

DAFTAR BLOG SISWA PM 1

MEMBUAT KEPUTUSAN

MATERI PEMBELAJARAN
Pengambilan keputusan merupakan fungsi utama dari seorang manajer dalam suatu organisasi (perusahaan). Kegiatan pengambilan keputusan ini sering menjadi kegelisahan tersendiri bagi manajer dalam suatu perusahaan. Hal ini disebabkan keputusan yang telah dibuat akan mengikat seluruh komponen dalam perusahaan untuk melaksanakan hasil keputusan tersebut. Dengan demikian tidak mudah bagi manajer untuk membuat keputusan, karena hal itu akan menyangkut aktivitas orang banyak.
A. PEMBUATAN KEPUTUSAN
1. Pengertian
Secara khusus pengambilan keputusan didefinisikan oleh para ahli manajemen sebagai berikut :
a. George R. Terry
Pengambilan keputusan adalah pemilihan dua alternatif atau lebih untuk dicari keputusan yang lebih baik.
b. Sondang P. Siagian
Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap hakikat suatu masalah dengan pengumpulan fakta-fakta dan data-data, penentuan yang matang dari alternatif yang dihadapi dan pengambilan tindakan yang menurut perhitungan merupakan suatu tindakan yang paling tepat.
c. Azhar Kasim
Pengambilan keputusan adalah kegiatan-kegiatan yang meliputi perumusan masalah, penambahan alternatif dan penilaian kegiatan yang meliputi perumusan masalah, pembahasan alternatif, dan penilaian serta pemilihan sebagai penyelesaian masalah.
Dari beberapa pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebelum keputusan diambil harus terlebih dahulu diketahui pokok permasalahan yang dihadapi, bukan sekedar isu yang tidak memerlukan penyelesaian.
Ada tiga alasan yang menjadi dasar mengapa perlu mempelajari pengambilan keputusan, yaitu :


a. Karier pembuat atau pengambil keputusan meningkat
Seseorang yang telah lama bekerja dalam pekerjaan yang sama cenderung untuk melakukan pekerjaan tersebut secara cepat dan benar. Kadang kalanya di tengah perjalanannya tersebut sering dijumpai persoalan-persoalan yang dapat mengganggu pekerjaan. Hal ini bisa mendorong seorang tersebut untuk mencari solusi, bahkan ia juga sering memberikan solusi yang sama pada orang lain. Besar kemungkinan ia akan dipromosikan untuk menduduki jabatan tertentu dalam suatu organisasi tersebut.

b. Efisiensi kerja manajer meningkat
Meningkatnya mutu keputusan dibuat oleh manajer akan memudahkan untuk meyakinkan orang lain tentang keputusan yang diambil karena dibuat dengan sistematis. Dengan berjalannya waktu, manajer akan terus berusaha meningkatkan kemampuan mereka dalam membuat keputusan secara efisien, karena biasanya penentuan keputusan memerlukan banyak waktu dan cukup menyita aktivitas.

c. Produktivitas perusahaan meningkat
Hasil sebuah keputusan sering kali membuahkan kerja yang semakin baik. Ini biasa dikarenakan prosesnya atau baik karena hasil yang semakin meningkat. Manajer yang kreatif senantiasa mencari cara-cara kerja yang dapat meningkatkan produktivitas perusahaan.

2. Macam-Macam Keputusan
Menurut H.A. Simon, keputusan yang dibuat oleh manajer dalam mengambil berbagai keputusan dihadapkan pada dua tipe pada situasi yang berbeda, yaitu :
a. Keputusan yang terprogram
Keputusan ini dibuat untuk mengatasi hal-hal yang bersifat rutin yang terjadi berulang-ulang pada pekerjaan yang sama, digunakan untuk mengatasi masalah yang mempunyai sebab-akibat secara jelas dalam suatu organisasi.
b. Keputusan yang tak terprogram
Keputusan tidak akan diprogramkan jika sifatnya baru dan tidak berstruktur, unik dan kompleks. Oleh karena itu tidak ada prosedur tertentu secara pasti yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul, karena masalah tersebut tidak muncul dengan cara yang sama dengan sebelumnya.
Sedangkan Menurut Mc. Farland, ia mengklasifikasikan macam-macam keputusan menjadi keputusan dasar dan keputusan rutin.
a. Keputusan dasar
Keputusan dasar merupakan keputusan unit, investasi dalam jumlah besar, keputusan yang satu kali menyangkut komitmen jangka panjang dan relatif permanen, serta derajat pentingnya sangat tinggi karena satu kesalahan pengambilan keputusan akan berpengaruh terhadap organisasi secara keseluruhan.
Sebagai contoh keputusan besar adalah keputusan tentang penentuan lokasi usaha, penentuan produk baru, penggunaan teknologi baru dan hal-hal lain yang berkaitan dengan komitmen jangka panjang. Sekali keputusan dibuat, sulit untuk mengubahnya dan akan menekan biaya yang besar.
b. Keputusan rutin
Merupakan keputusan-keputusan setiap hari, bersifat repetitive (berulang-ulang) dan mempunyai sedikit dampak terhadap organisasi secara keseluruhan. Keputusan rutin mempunyai proporsi yang besar dalam suatu organisasi dibandingkan keputusan dasar. Contoh keputusan rutin adalah manajer personalia melakukan penarikan tenaga kerja baru, memberi upah harian dan lainnya yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan rutin organisasi.

3. Faktor-Faktor Pengambilan Keputusan
Membuat keputusan di dalam usaha atau bisnis adalah pekerjaan yang tidak mudah. Di dalam membuat keputusan perlu memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya sebagai berikut :
a. Faktor orang
Di dalam membuat keputusan, perlu diperhatikan dan dipertimbangkan orang-orang yang akan merasakan masalah, sebagai akibat dari adanya keputusan.
b. Faktor psikologis
Dalam membuat keputusan perlu memperhatikan dan mempertimbangkan faktor psikologis yang terasa maupun yang tidak terasa seperti emosional, pikiran, perasaan, kekecewaan, maupun kejiwaan lainnya.
c. Faktor fisik
Membuat keputusan merupakan pekerjaan mental. Oleh karena itu, dalam membuat keputusan perlu ditransferkan ke arah tindakan fisik.
d. Faktor sasaran
Dalam membuat keputusan, harus memperhatikan dan mendorong arah usaha atau bisnis dalam rangka pencapaian sasaran yang sudah ditetapkan oleh seorang wirausahawan.
e. Faktor waktu
Dalam membuat keputusan, waktu efektif dan efisien harus cukup menganalisis data-data dan permasalahan.

4. Proses Pengambilan Keputusan
Proses pengambilan keputusan di definisikan sebagai langkah yang diambil oleh pembuat keputusan untuk memilih alternatif yang tersedia. Adapun langkah-langkah sistematis yang harus dilakukan dalam proses pengambilan keputusan adalah sebagai berikut :
a. Mengidentifikasi atau mengenali masalah yang dihadapi.
b. Mencari alternatif pemecahan bagi masalah yang dihadapi.
c. Memilih alternatif yang paling efisien dan efektif untuk memecahkan masalah.
d. Melaksanakan alternatif tersebut.
e. Mengevaluasi apakah alternatif yang dilaksanakan berhasil sesuai dengan yang diharapkan.

5. Kepribadian dan Kecakapan Pengambil Keputusan
Pengambilan keputusan kerap kali dipengaruhi oleh kepribadian dan kecakapan pengambil keputusan, yang meliputi penelitiannya, kebutuhannya, tingkat intelegensinya, kapasitasnya, kapabilitasnya dan keterampilannya. Nilai-nilai tersebut selanjutnya akan tercermin pada keputusan yang diambilnya. Oleh karena itu, pengambil keputusan mempunyai beberapa tipe jika dikaitkan dengan macam keputusannya. Erich Form membedakan 5 tipe sebagai berikut :
a. Tipe ketergantungan
Pada tipe ini, pengambil keputusan tidak mempunyai pendirian yang tegas. Ketidaktegasan bisa jadi disebabkan oleh beberapa faktor antara lain ia kurang menguasai permasalahan dan tidak mempunyai pengalaman dalam memutuskan suatu persoalan.
Oleh karena itu, ia memandang orang lain lebih mampu mengatasi masalah yang sedang dihadapi dan karenanya ia menjadi tergantung pada orang lain pada setiap pengambilan keputusan.
b. Tipe eksploitatif
Kebalikan dari tipe pertama, pengambil keputusan akan mengeksploitasi orang lain atau bawahan untuk kepentingan diri sendiri. Mekanisme yang terjadi adalah ide keputusan berawal dari bawahan. Karena pimpinan merasa tidak mampu, ia menyatakan bahwa ide keputusan itu berasal dari idenya sendiri.
c. Tipe tabungan
Pada tipe ini, pengambil keputusan mempunyai kecenderungan mengumpulkan ide-ide untuk kepentingan diri sendiri guna memperkuat posisinya dan wibawanya dalam organisasi. Ia tidak mau memperlihatkan dan membeberkan apalagi membagi (sharing) kepandaiannya kepada orang lain.
d. Tipe pemasaran
Pengambil keputusan dalam hal ini sengaja ingin menjual idenya pada pihak lain atau sengaja ingin memamerkan ide-ide kepada bawahannya agar ia dipuji pihak lain atau sekedar ingin memperlihatkan wibawanya sebagai pemimpin.
e. Tipe produktif
Pengambil keputusan benar-benar memiliki kemampuan dalam pengetahuan keterampilan dan pandangan jauh ke depan. Oleh karenanya, ia sangat peduli dan dapat bekerja sama dengan bawahan, penuh inisiatif dan kreatif.



B. TEKNIK DAN DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1. Teknik Pengambilan Keputusan
a. Teknik Brain – Storming
Teknik ini berusaha untuk menggali dan mendapatkan kreativitas maksimal dari kelompok dengan memberikan kesempatan para anggota untuk melontarkan ide-ide mereka, tanpa rasa takut dan penuh tanggung jawab. Teknik ini banyak digunakan pada berbagai masalah yang mungkin timbul dalam suatu organisasi.
Prosedur penerapan teknik Brain – Storming, meliputi empat tahap atau aturan dasar, yaitu :
1) Tidak boleh memberikan kritik terhadap ide-ide yang disampaikan oleh anggota kelompok.
2) Bebas mengemukakan ide (pendapat), makin radikal suatu ide maka semakin baik.
3) Makin besar jumlah ide-ide yang diperoleh, makin besar kemungkinan memperoleh penyelesaian yang baik.
4) Diharapkan adanya kombinasi dan perbaikan ide.
Penerapan teknik ini mengundang adanya kritik. Ada tiga kritik terhadap teknik ini, yaitu.:
1) Hanya ditetapkan pada masalah-masalah sederhana,
2) Sangat memakan waktu dan biaya,
3) Hanya menghasilkan ide-ide dangkal.
Kritikan tersebut merupakan titik lemah dari penerapan teknik Brain – Storming. Sisi kelemahan lain adalah bahwa teknik ini tidak tepat untuk mencapai keputusan dasar dan dengan risiko tinggi ataupun ketidakpastian.

b. Teknik Teori Probabilitas
Teori probabilitas menunjukkan besarnya kemungkinan terjadinya suatu kejadian. Dengan bantuan perangkat ini, wirausahawan dapat memperkirakan nilai yang diharapkan untuk tiap-tiap alternatif yang dipilih. Dalam bentuk rumus :

EV = Expected value (nilai yang diharapkan)
I = Pendapat yang dihasilkan
P = Besarnya kemungkinan untuk memperoleh pendapatan tersebut
Contoh pengambilan keputusan dengan menggunakan instrument probabilitas adalah sebagai berikut :
Alaternatif Pendapatan
Potensial Probabilitas
Pendapatan Nilai yang
diharapkan
A
B
C Rp. 500.000,00
Rp. 750.000,00
Rp. 1000.000,00 0,25
0,20
0,14 Rp. 125.000,00
Rp. 150.000,00
Rp. 140.000,00
I P EV
Berdasarkan tabel, alternatif yang paling menguntungkan untuk berwirausaha adalah alternative B yang memberikan nilai EV terbesar.

c. Teknik Pohon Keputusan
Pohon keputusan dikembangkan untuk membantu para manajer dalam membuat serangkaian keputusan yang melibatkan adanya suatu peristiwa ketidakpastian, bahkan berisiko. Pohon keputusan juga sangat berguna bagi suatu tim yang mengadakan analisis masalah untuk dipecahkan bersama-sama dalam tim, karena masalah yang dihadapinya dan pemecahannya saling berkaitan. Oleh karena itu, tanpa bantuan anggota tim lainnya masalah yang begitu kompleks tidak akan dipecahkan dengan baik dan benar.
Definisi konsep untuk pohon keputusan menurut berbagai ahli, sebagai berikut :
1) Azhar Kasim, pengambilan keputusan adalah model grafik yang menggambarkan urutan-urutan suatu keputusan serta peristiwa-peristiwa yang terdiri dari situasi keputusan yang berangkai.
2) Susan Welch dan John C. Coner, pengambilan keputusan adalah suatu diagram yang cukup sederhana yang menunjukkan suatu proses untuk merinci masalah-masalah yang dihadapinya ke dalam komponen-komponen, kemudian dibuatkan alternatif-alternatif pemecahan beserta konsekuensi masing-masing alternatif.
Dari dari kedua definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pohon keputusan merupakan alat Bantu manajemen dalam membuat keputusan untuk masalah-masalah yang kompleks, berangkai dan memerlukan serangkaian pemecahan masalah yang berurutan dalam suatu team work yang baik.

2. Dasar Pengambilan Keputusan
Menurut George R. Terry yang disarikan Ibnu Syamsi, dasar pengambilan keputusan dibedakan 5 (lima) macam, yaitu:
a. Berdasarkan intuisi
Intuisi berarti perasaan, keputusan yang didasarkan pada intuisi berarti keputusan yang diambil berdasarkan pertimbangan-pertimbangan perasaan seseorang yang mempunyai tendensi subjektif.
Keputusan dengan pertimbangan intuisi ini juga ada keterbatasannya, yaitu kemampuan seorang yang terbatas dalam sisi pendidikan, pengalaman, atau yang lainnya. Oleh karena itu, masalah-masalah yang mempunyai dampak terbatas, pengambilan keputusan yang berdasarkan atas intuisi akan memberikan kepuasan yang baik.
Pengambilan keputusan atas dasar intuisi sangat baik untuk mengatasi masalah-masalah sosial yang memerlukan sentuhan-sentuhan perasaan untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi, misalnya persoalan pemogokan karyawan.
b. Berdasarkan rasional
Keputusan berdasarkan pertimbangan rasional berarti keputusan tersebut lebih banyak menggunakan daya pikir yang bisa diterima oleh akal sehat.
c. Berdasarkan fakta
Kata fakta tidak dapat lepas dari kata data dan informasi. Keputusan yang berdasarkan sejumlah fakta, data atau informasi yang cukup merupakan keputusan yang solid, sehat dan akurat. Namun kendala yang menghadang adalah untuk mendapatkan suatu informasi yang dapat dipercaya seringkali mengalami kesulitan. Untuk itu diperlukan tenaga yang ahli, terampil dan yang mampu mengolah data yang baik untuk menjadi informasi yang dibutuhkan.
d. Berdasarkan pengalaman
Pengalaman yang sukses maupun yang gagal merupakan guru terbaik, demikian pepatah mengatakan. Pengalaman dapat dijadikan pijakan atau dasar dalam pengambilan keputusan dengan cara mengingat-ingat apakah masalah yang sama atau hampir sama pernah terjadi masa sebelumnya, dengan melacak arsip-arsip atau dokumen-dokumen yang tersimpan. Kalau memang sama tinggal melakukan kebijakan yang sama dengan tahun yang lalu sehingga menghemat waktu dan uang untuk mencari alternatif-alternatif pemecahan lain.
e. Berdasarkan wewenang
Wewenang merupakan hak untuk melakukan sesuatu perintah agar tujuan dapat tercapai. Keputusan berdasarkan atas wewenang seringkali melewati batas permasalahan yang dibahas (dipecahkan) sehingga dapat menimbulkan pengaburan pokok permasalahan dan itulah yang menjadi sentral kelemahan atas pelaksanaan keputusan berdasarkan wewenang.
Di samping kelemahan-kelemahan yang timbul, keputusan ini juga memiliki keunggulan-keunggulan sebagaimana dikemukakan oleh George R. Terry yang menyebutkan 3 keunggulan, yaitu:
- Diterima oleh bawahan
- Memiliki otentisitas
- Sifat dan keputusan lebih permanen.

3. Macam-Macam Keputusan
Macam-macam keputusan menurut bidangnya dalam usaha/bisnis antara lain :
a. Keputusan produksi berhubungan dengan :
1) luasnya permasalahan 6) riset pemasaran dan teknik
2) susunan (lay out) perusahaan 7) praktek pembelian dan penjualan
3) lokasi perusahaan 8) inspeksi supervise
4) metode-metode produksi 9) jumlah inventaris
5) pembayaran gaji/upah
b. Keputusan penjualan berhubungan dengan :
1) lokasi kantor-kantor penjualan 6) penggunaan merk dagang
2) riset pemasaran 7) pengepakan produk
3) saluran-saluran pemasaran 8) penetapan harga pokok
4) jenis dan luas reklame 9) promosi dan distribusi
5) metode bidang penjualan
c. Keputusan permodalan berhubungan dengan :
1) struktur modal 6) pembayaran deviden
2) usaha modal baru 7) jumlah tenaga kerja dan jam kerja
3) syarat-syarat kredit 8) prosedur kantor
4) rencana permodalan kembali 9) peleburan usaha atau bisnis
5) likuidasi
d. Keputusan kepegawaian berhubungan dengan :
1) sumber-sumber tenaga kerja
2) teknik seleksi dan wawancara
3) analisis pekerjaan dan evaluasi
4) jenis latihan dan pendidikan
5) keselamatan kerja dan kesejahteraan
6) hubungan perusahaan dengan eksternal group
7) perundingan dengan karyawan
8) absensi para karyawan







Tugas
1. Carilah study kasus di internet, koran atau majalah. Setelah itu ambil keputusannya yang terbaik untuk mengatasi sebuah masalah tersebut. Presentasikan di kelas !
2. Buatlah keputusan berdasarkan instrument probabilitas di bawah ini !
Seorang wirausaha akan membuka usaha cabang baru dengan bidang usaha yang berbeda pilihannya :
a. Usaha A alternative usaha Internet
b. Usaha B alternative usaha Sellular
c. Usaha C alternative usaha warung makan
d. Dengan tabel sebagai berikut !

Alaternatif Pendapatan
Potensial Probabilitas
Pendapatan Nilai yang
diharapkan
A
B
C Rp. 1.000.000,00
Rp. 2.000.000,00
……………… 0,5
………………
0,2 ………………
Rp. 600.000,00
Rp. 300.000,00
I P EV


Pertanyaan :
Berdasarkan table tersebut manakah yang paling menguntungkan ? Alasannya !

Latihan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas !
1. Jelaskan pendapat Anda bagaimana jika yang tekena pengaruh keputusan itu para karyawan !
2. Bagaimana kemampuan seorang manajer dalam membuat suatu keputusan ?
3. Jelaskan pengambilan keputusan berdasarkan rasional !
4. Mengapa seorang wirausaha dalam pengambilan keputusan memilih tipe produktif ?
5. Jelaskan cara memilih salah satu alternatif !
6. Jelaskan teknik pengambilan keputusan menurut Brain storming !
7. Apa yang dilakukan pembuat keputusan jika dihadapkan dengan alternatif yang begitu banyak ?
8. Sebutkan contoh keputusan rutin menurut Mc. Farland !
9. Sebutkan tiga alasan yang menjadi dasar perlunya mempelajari pengambilan keputusan !
10. Apa yang dimaksud dengan keputusan bersifat inovatif ?


Uji Kompetensi
A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, d atau e di depan jawaban yang paling benar !
1. Suatu proses memilih alternatif-alternatif tertentu dengan beberapa alternatif yang ada disebut ……
a. membuat keputusan d. memilih
b. menyusun data e. menantang
c. eksperimen
2. Suatu pendekatan sistematis terhadap hakikat suatu masalah dengan pengumpulan fakta-fakta dan data-data, penentuan yang matang dari alternatif yang dihadapi dan pengambilan tindakan yang menurut perhitungan merupakan suatu tindakan yang paling tepat, merupakan pengertian pengambilan keputusan menurut ……
a. George R. Terry
b. Sondang P. Siagaan
c. Azhar Kasim
d. Savary
e. H. Marbun
3. Salah satu yang mempengaruhi pengambilan keputusan hasil akhir adalah ……
a. kepribadian
b. keinginan wirausaha
c. anggaran usaha
d. objek permasalahan
e. waktu yang diperlukan
4. Yang dikatakan pemecahan masalah secara ilmiah adalah dengan jalan ……
a. mengumpulkan data yang konkrit
b. sistematis
c. mengumpulkan, mengolah data, dan menyimpulkan dari penganalisisan tersebut
d. memecahkan masalah dengan baik
e. banyak alternatif pemecahan
5. Keputusan yang benar dan efektif dilandasi oleh ……
a. keinginan, selera, dan sifat objektivitas si pembuat keputusan
b. pengalaman dan anggaran perusahaan
c. kebenaran si pembuat keputusan
d. informasi yang didapat
e. tujuan membuat keputusan
6. Ada seseorang pengusaha yang mengambil keputusan berdasarkan pengalaman, ada pula yang mengambil keputusan dengan cara ……
a. otomatis d. ragu-ragu
b. berulang-ulang e. kurang percaya diri
c. tergesa-gesa

7. Wirausaha harus selalu mengingat bahwa keputusan-keputusan utama akan mempunyai akibat … atas operasi bisnisnya.
a. jangka pendek d. fatal
b. jangka menengah e. serius
c. jangka panjang
8. Alaternatif artinya ……
a. pilihan di antara dua atau beberapa kemungkinan
b. kesepakatan kata atau pemufakatan bersama
c. peninjauan untuk menentukan sikap (arah, tempat dan sebagainya) yang tepat dan benar
d. penentu atau penetapan identitas seseorang, benda dan sebagainya
e. alat Bantu dalam pengambilan keputusan
9. Dalam proses pembuatan keputusan keragu-raguan dan ketidaksetujuan sebenarnya masih diperlukan manfaatnya, antara lain ……
a. menambah keuntungan perusahaan
b. menganut sistem keterbukaan
c. memperkaya alternatif-alternatif untuk melahirkan keputusan yang tepat
d. agar orang lain ikut berpikir
e. menghindari demo
10. Jika seseorang wirausahawan dalam proses pengambilan keputusannya sangat tergantung pada saran-saran orang lain dan menganggap bahwa saran/pendapat orang lain tersebut semuanya baik, maka dapat disebut bahwa wirausahawan seperti ini mempunyai tipe pengambilan keputusan ……
a. tipe penerimaan d. tipe eksploitatif
b. tipe tabungan e. tipe pemasaran
c. tipe produktif
11. Langkah-langkah sistematis yang harus dilakukan dalam proses pengambilan keputusan dimulai dengan ……
a. mencari alternative pemecahan masalah
b. mengidentifikasi atau mengenali masalah
c. memilih alternative yang paling efektif dan efisien
d. melaksanakan alternative yang diperoleh
e. mengevaluasi ketepatan alternative yang dipilih
12. Keputusan ini dibuat untuk mengatasi hal-hal yang bersifat rutin dan terjadi berulang-ulang pada pekerjaan yang sama, digunakan untuk mengatasi masalah yang mempunyai sebab-sebab secara jelas dalam suatu organisasi disebut ……
a. keputusan tetap
b. keputusan yang stabil
c. keputusan yang terprogram
d. keputusan yang tidak terprogram
e. keputusan tidak tetap
13. Merupakan keputusan-keputusan setiap hari, bersifat repetitive (berulang-ulang) dan mempunyai sedikit dampak terhadap organisasi secara keseluruhan disebut ……
a. keputusan terprogram
b. keputusan tidak terprogram
c. keputusan dasar
d. keputusan rutin
e. keputusan berencana
14. Semakin sering atau berpengalaman wirausahawan dalam mengambil keputusan semakin besar … dalam menjalankan usaha.
a. keuntungannya
b. kepercayaan diri sendiri
c. modalnya
d. konsumen
e. kreatifnya
15. Seluruh kemampuan yang dimiliki oleh organisasi yang dikuasai atau menjadi wewenang wirausaha untuk mengatur atau mengarahkannya disebut ……
a. sumber informasi
b. sumber tenaga kerja
c. sumber daya
d. tenaga kerja dan kemampuan
e. modal
16. Pembuatan keputusan berdasarkan penggunaan perasaan orang yang membuat keputusan tersebut ……
a. intuisi d. keterampilan
b. waktu e. konsep
c. pengalaman
17. Dalam membuat keputusan, seorang wirausaha perlu memperhatikan dan mempertimbangkan faktor psikologis yang terasa maupun yang tidak terasa. Misalnya ……
a. waktu yang efektif dan efisien
b. emosional, pikiran dan perasaan
c. follow up
d. pelaksanaannya
e. persoalan pokok
18. Keputusan produksi berhubungan dengan ……
a. cara mengelola bisnis
b. pembayaran gaji/upah
c. penetapan harga produk
d. penetapan biaya eksploitatif
e. jenis latihan dan pendidikan



19. Di bawah ini yang bukan keputusan yang berhubungan dengan kepegawaian adalah ……
a. sumber-sumber tenaga
b. teknik seleksi dan wawancara
c. analisis pekerjaan dan evaluasi
d. susunan (lay out)
e. keselamatan kerja dan kebersamaan
20. Secara garis besar, keputusan itu dapat digolongkan menjadi dua jenis ……
a. tradisional dan modern
b. keputusan bersyarat dan tidak bersyarat
c. keputusan bawahan dan atasan
d. keputusan praktis dan matematis
e. keputusan rutin dan tidak rutin
21. Pemecahan masalah dan cara pemecahannya dalam usaha atau bisnis akan tidak terlalu sulit jika seseorang wirausahawan ……
a. banyak uangnya
b. dekat dengan pengusaha
c. sudah banyak pengalaman
d. tinggi pendidikan
e. seorang superstar
22. Langkah yang tidak termasuk sebagai salah satu sistematika proses pengambilan keputusan..
a. pelaksanaan alternatif
b. proses pengambilan keputusan
c. mengidentifikasi masalah
d. mencari alternatif pemecahan
e. memilih alternatif
23. Pengambilan keputusan dalam hal ini sengaja ingin menjual idenya pada pihak lain atau sengaja ingin memamerkan ide-ide kepada bawahannya agar ia dipuji pihak lain atau sekedar ingin memperlihatkan wibawanya sebagai pemimpin merupakan ide ……
a. produktif d. tabungan
b. pemasaran e. eksploitatif
c. ketergantungan
24. Di bawah ini contoh keputusan dasar adalah ……
a. penentuan produk baru
b. penarikan tenaga kerja
c. pemberian upah harian
d. pemberian asuransi
e. pemberian tunjangan/uang makan
25. Individu atau kelompok yang sebenarnya terlibat dalam pemilihan berbagai alternatif adalah
a. faktor fisik d. faktor waktu
b. faktor orang e. faktor psikologis
c. faktor sasaran
26. Membuat keputusan merupakan pekerjaan mental yang perlu ditransferkan ke arah tindakan fisik. Hal ini disebut ……
a. faktor fisik d. faktor waktu
b. faktor orang e. faktor psikologis
c. faktor sasaran
27. Di dalam membuat keputusan, waktu yang efektif dan efisien harus cukup untuk menganalisis data-data dan permasalahannya. Hal ini disebut ……
a. faktor fisik d. faktor orang
b. faktor sasaran e. faktor psikologis
c. faktor waktu
28. Keputusan yang akan diambil, harus dipertimbangkan masak-masak secara obyektif. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam membuat keputusan, antara lain ……
a. praktisnya d. manfaatnya
b. metodenya e. efektifnya
c. kelemahannya
29. Untuk mengambil keputusan, seorang wirausahawan dapat menggunakan dua perangkat teori sebagai alat Bantu, yaitu ……
a. teori pohon keputusan dan teori maltus
b. teori Adam Smith
c. teori probabilitas dan teori pohon keputusan
d. teori probabilitas dan manajemen
e. jawaban a, b, c tidak benar
30. Salah satu pedoman dalam memecahkan persoalan dalam kehidupan maupun usaha adalah:
a. nara sumber d. aplikasi
b. pengalaman e. tujuan
c. teori


B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas !
1. Apa yang dimaksud dengan keputusan menurut George R. Terry ?
2. Jelaskan apa yang melatarbelakangi seseorang harus mengambil keputusan !
3. Sebutkan tipe-tipe pengambilan keputusan menurut Erich Form !
4. Mengapa pengalaman dan keterampilan dalam membuat keputusan sangat diperlukan ?
5. Sebutkan macam-macam keputusan produksi !
6. Sebutkan macam-macam keputusan kepegawaian !
7. Mengapa dalam proses pembuatan keputusan, keragu-raguan, dan ketidaksetujuan sebenarnya masih diperlukan ?
8. Jelaskan pengambilan keputusan dengan menggunakan intuisi !
9. Penerapan teknik Brain Stroming mengundang adanya kritik. Sebutkan 3 kritik tersebut !
10. Sebutkan contoh keputusan yang tidak terprogram !

0 Response to "MEMBUAT KEPUTUSAN"

Poskan Komentar

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme