SALAM ANDA

DAFTAR BLOG SISWA PM 1

MENGANALISIS PELUANG USAHA BAG 2


C. PEMANFAATAN PELUANG USAHA SECARA KREATIF DAN INOVATIF

Wirausaha yang kreatif adalah wirausaha yang cepat menangkap peluang yang muncul dari suatu kondisi lingkungan di sekitarnanya, yang tidak pernah melewatkan waktunya dengan sia-sia. Orang yang kreatif akan memandang barang yang oleh orang kebanyakan dianggap tidak berguna, menjadi sangat berguna dan mempunyai nilai jual. Orang yang kreatif tidak akan ikut dalam deretan panjang pencari kerja, karena dia sendiri yang akan menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri dan bahkan orang lain. Misalnya :


1. Memanfaatkan barang bekas

Misalnya : - sedotan minuman dibuat bunga

- bulu ayam menjadi lukisan

- perca menjadi keset

2. Memanfaatkan barang yang disediakan oleh alam, misalnya : membuat kerajinan dari tanah liat dari gerabah.
3. Memanfaatkan kejadian/peristiwa yang ada, misalnya: berjualan aneka minuman seperti es buah/kelapa, es teler pada waktu musim kemarau, dan sebagainya.

Seorang yang berjiwa dinamis adalah orang yang mampu melihat lingkungan sebagai sesuatu yang bergolak dan senantiasa berubah sebagai suatu tren dari masyarakat yang tidak terduga. Apabila kita mampu memanfaatkan dengan baik maka kondisi tersebut akan menjadi suatu peluang usaha bagi kita. Di sini orang yang mau bekerja keras, ulet, percaya pada kemampuan sendiri, kreatif dan inovatif akan lebih mudah menemukan peluang usaha yang ada. Jika peluang usaha digali dengan baik maka akan membuahkan hasil yang memuaskan.

Untuk menggali peluang usaha atau bisnis, setiap orang harus berpikir secara positif dan kreatif, yaitu :

1. Harus percaya dan yakin bahwa usahanya bisa dilaksanakan,
2. Mau menerima gagasan baru dalam dunia bisnis,
3. Sering bertanya pada diri sendiri,
4. Bersedia mendengarkan saran dari orang lain,
5. Mempunyai etos kerja yang tinggi,
6. Pandai dan terampil ; berkomunikasi.

Inovatif adalah suatu temuan baru yang menyebabkan berdaya gunanya suatu produk atau jasa ke arah yang lebih produktif. Beberapa faktor yang mendorong untuk melakukan inovasi dalam usaha antara lain keinginan untuk berprestasi, adanya sifat penasaran atau keinginan untuk menanggung risiko, faktor pendidikan, pengalaman, dan adanya peluang.

Adapun tujuan mengadakan inovasi dalam usaha adalah sebagai berikut :

1. Untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan masyarakat.
2. Untuk menyesuaikan selera masyarakat.
3. Untuk menyesuaikan perkembangan teknologi.
4. Untuk memuaskan konsumen.
5. Untuk menarik konsumen.

Inovasi baru di bidang produk dan jasa pada saat ini dihadapkan pada tiga pilihan berikut :

1. Produk atau jasa yang baru dapat ditempatkan pada salah satu pasaran yang sesuai minat konsumen.
2. Produk atau jasa yang dirancang secara baru dan model baru dapat ditempatkan ditengah-tengah pasar serta disesuaikan dengan daya beli konsumen.
3. Produk atau jasa baru dapat ditampilkan dengan tujuan dapat merebut dan memanfaatkan peluang usaha.

Inovasi produk atau jasa yang dilaksanakan seorang wirausaha atau terarah secara spesifik, jelas, dan memiliki desain yang dapat diterapkan serta diminati konsumen.

D. MENGEMBANGKAN IDE DAN PELUANG USAHA

Ada banyak cara bagi wirausaha untuk mengembangkan ide peluang usaha. Diantaranya adalah memberikan kebebasan dan dorongan kepada para karyawan. Pengembangan ide harus dilakukan secara terus menerus agar wirausaha dapat memenangkan persaingan yang mangkin tajam. Adapun macam-macam ide yang perlu dikembangkan adalah:

1. Ide dalam pembuatan produk/jasa yang diminati konsumen,
2. Ide dalam pembuatan produk/jasa yang dapat memenangkan persaingan,
3. Ide dalam pembuatan dan pendayagunaan sumber-sumber produk,
4. Ide yang dapat mencegah kebosanan konsumen didalam penggunaan produk,
5. Ide dalam pembuatan desain, model, corak, dan warna produk/jasa yang disenangi konsumen.

Setelah mengidentifikasi peluang usaha, seorang wirausaha memilih jenis usaha, proses pemilihan ini terdiri atas tahap melalui saringan yang makin lama makin sempit. Untuk itu diperlukan pertimbangan mendalam, biasanya disebut evaluasi dengan kriteria yang telah dikembangkan sesuai kebutuhan. Faktor-faktor yang menjadi dasar pertimbangannya adalah sebagai berikut :

1. Faktor keuntungan

Jika setelah diperhitungkan ternyata tidak memberi keuntungan memadai, sebaiknya pilihan bersangkutan dibatalkan.

2. Faktor penguasaan teknis

Cara pembuatan barang atau jasa perlu dikuasai atau dipelajari atau menggunakan orang lain untuk menguasainya.

3. Faktor pemasaran

Harus diteliti kemungkinan pemasaran dan prospek pemasarannya di waktu mendatang.

4. Faktor bahan baku

Bahan baku merupakan faktor penting yang ikut menentukan tingkat harga pokok dan kelancaran proses produk usaha.

5. Faktor tenaga kerja

Yang perlu dipertimbangkan adalah tersedianya tenaga kerja yang murah dan kemungkinan untuk memenuhinya, baik jumlah, keahlian maupun jasa.

6. Faktor modal

Perlu dipertimbangkan kesesuaian antara modal yang disediakan dan kebutuhan masing-masing jenis usaha yang dipertimbangkan.

7. Faktor risiko

Tingkat risiko yang bakal ditanggung perlu dipertimbangkan besarnya kemampuan untuk menanggung dan imbangannya keuntungan yang akan diperoleh.

8. Faktor persaingan

Perlu dipelajari situasi yang bakal terjadi dan disesuaikan dengan kemampuan menghadapinya, dalam modal maupun pemasarannya.

9. Faktor fasilitas dan kemudahan

Fasilitas yang dibutuhkan untuk operasi usaha dan kemudahan penyediaannya menjadi pertimbangan lain bersama, kemudahan yang mungkin dapat diperoleh dari pemerintah seperti pajak.

10. Faktor manajemen

Pertimbangan penting lainnya adalah produk pengelolaannya yang paling sesuai dan bagaimana kemampuan kita untuk mengelolanya. Hal ini sering diabaikan dalam mendirikan perusahaan kecil. Faktor lain yang perlu menjadi pertimbangan adalah peraturan pemerintah, perizinan, pertimbangan etis, lingkungan, dan sebagainya.

Jika wirausaha sudah menetapkan jenis usaha sesuai dengan yang diinginkan dan sudah melalui berbagai macam pertimbangan, tugas yang perlu diperhatikan seorang wirausaha adalah mempertimbangkan hal-hal berikut :

1. Jenis usaha yang sesuai dengan hasrat dan minat.
2. Jenis usaha yang benar-benar akan membawa suatu keuntungan.
3. Jenis usaha yang mudah mengurus dan mengerjakannya.
4. Jenis usaha yang mudah memeliharanya.
5. Jenis usaha yang produknya disenangi dan dibutuhkan konsumen.
6. Jenis usaha yang bahan bakunya mudah didapat.
7. Jenis usaha yang mendapat dukungan serta perlindungan pemerintah

Peluang usaha yang sudah dijalankan tentu memerlukan pengembangan supaya lebih dapat mengembangkan potensi yang sudah ada. Diantaranya adalah sebagai berikut.:

1. Integrasi vertikal

Integrasi vertikal adalah penggabungan usaha yang mempunyai keterkaitan usaha yang saling membutuhkan kontinu, misalnya; usaha macam-macam kue, memerlukan pasokan terigu dengan kualitas tertentu dari pemasok.

2. Menambah kapasitas

Penambahan kapasitas adalah menambah atau menaikkan jumlah produksi untuk memenuhi kebutuhan peluang pasar baru atau untuk memasuki wilayah pasar baru. Penambahan kapasitas produksi dimungkinkan bila perusahaan masih memiliki kapasitas lebih. Bila kapasitas produksi yang dimiliki sudah dimanfaatkan maksimal, penambahan kapasitas produksi memerlukan penambahan alat-alat baru.

3. Memasuki bisnis baru

Memasuki bisnis baru adalah membuka usaha baru yang tidak ada kaitannya dengan usaha yang sudah berjalan. Memasuki bisnis baru dapat dilakukan dengan menambah jenis produk dari usaha yang sudah berjalan atau mendirikan usaha yang berbeda dengan usaha yang sudah berjalan.

Sumber gagasan/ide bagi produk dan jasa baru juga bisa digunakan untuk mengembangkan usaha. Misalnya :

1. Kebutuhan dan sumber penemuan

Penemuan atau inovasi berasal dari persepsi kebutuhan yang ingin dipenuhi. Misalnya; Alat parut kelapa sampai sekarang belum dibuat dalam bentuk yang besar. Sedangkan yang elektronik sudah ada, tetapi buatan luar negeri.

2. Mengamati kekurangan produk lain

Mengamati kekurangan produk dan jasa yang ada merupakan lahan subur bagi gagasan barang dan jasa baru.

3. Pemanfaatan produk dari perusahaan lain

Banyak perusahaan baru yang terbentuk sebagai perusahaan yang memanfaatkan produk dari perusahaan lain yang sudah ada. Misalnya; perusahaan konveksi baru membuat serbet, handuk, keset dari bahan BS (barang sortiran) perusahaan konveksi lain.

E. MENGANALISIS KEMUNGKINAN KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN USAHA
Keberhasilan seorang wirausaha tidak hanya ditentukan oleh faktor keberuntungan semata. Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan usaha di antaranya adalah :

1. Adanya perencanaan yang tepat dan matang serta dapat dilaksanakan dengan baik,
2. Adanya visi, misi, dan dedikasi yang tinggi dalam usaha,
3. Adanya komitmen tinggi dalam berusaha,
4. Adanya SDM yang handal dan didukung teknologi yang tinggi,
5. Adanya manajemen usaha yang baik,
6. Adanya peningkatan permintaan barang dan jasa,
7. Adanya dana yang cukup,
8. Adanya keterampilan dan pengalaman dalam bidang usaha,
9. Adanya minat terhadap bidang usaha,
10. Adanya kebutuhan konsumen yang terpuaskan,
11. Adanya sarana dan prasarana penunjang usaha.

Secara lebih rinci dan luas faktor-faktor pendukung keberhasilan perusahaan adalah sebagai berikut :

1. Faktor Manusia

Faktor manusia merupakan faktor yang utama dalam pencapaian keberhasilan usaha karena manusia yang mempunyai ide dan rencana usaha, manusia juga yang akan mewujudkannya. Disini diperlukan manusia yang beretos kerja tinggi, rajin, optimis dan pantang menyerah.

2. Faktor Keuangan

Faktor keuangan merupakan faktor penunjang keberhasilan usaha. Faktor tersebut digunakan untuk modal usaha serta pemenuhan segala pengeluaran untuk kepentingan operasi produksi seperti pembelian bahan baku, bahan pembantu, gaji pegawai, promosi, dan biaya distribusi. Dalam hal ini diperlukan kedisiplinan yang ketat dalam penggunaan dana sehingga segala kegiatan keuangan harus dicatat dan dibukukan secara rapi, teliti, dan terus menerus.

3. Faktor Organisasi

Dengan adanya faktor organisasi maka sumber daya akan masuk pada suatu pola, sehingga orang-orang akan dapat bekerja dengan efektif dan efisien sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing untuk mencapai tujuan organisasi. Dengan adanya organisasi berarti seorang wirausaha dapat:

a. Mempertegas hubungan dengan para karyawan,
b. Menciptakan hubungan antarkaryawan,
c. Mengetahui tugas yang akan dijalankan,
d. Mengetahui kepada siapa karyawan harus bertanggung jawab.




4. Faktor Perencanaan

Perencanaan usaha dapat digunakan sebagai alat pengawas dan pengendalian usaha. Oleh karena itu, perencanaan harus dibuat oleh wirausaha sejak usaha didirikan, yaitu dimulai dari :

a. Merencanakan produk apa yang akan dibuat,
b. Memperhitungkan jumlah dana yang diperlukan,
c. Merencanakan jumlah produk yang akan dibuat,
d. Merencanakan tempat pemasaran produk.

Adapun tujuan dibuatnya perencanaan usaha adalah sebagai berikut :

1. Mendorong cara berpikir wirausaha jauh ke depan,
2. Mengkoordinasi kegiatan usaha,
3. Mengawasi semua kegiatan usaha,
4. Merumuskan tujuan usaha yang akan dicapai.

5. Faktor Mengatur Usaha

Dalam kaitannya dengan kegiatan mengatur usaha, yang perlu dilakukan oleh seorang wirausaha adalah sebagai berikut :

a. Menyusun uraian tugas pokok untuk menjalankan usahanya,
b. Menyusun struktur organisasi usaha,
c. Memperkirakan tenaga kerja yang dibutuhkan,
d. Menetapkan balas jasa dan insentif,
e. Membuat jadwal usaha,
f. Pengaturan mesin-mesin produksi,
g. Pengaturan tata laksana usaha,
h. Penataan barang-barang,
i. Penataan administrasi usaha,
j. Pengawasan usaha dan pengendaliannya.

6. Faktor Pemasaran

Faktor Pemasaran produk perusahaan dapat ditinjau berikut ini:

a. Daya serap pasar dan prospeknya,
b. Kondisi pemasaran dan prospeknya,
c. Program pemasarannya.

7. Faktor Administrasi

Untuk menunjang kelancaran kegiatannya, sebaiknya seorang wirausaha mempunyai catatan yang rapi mengenai kegiatan dan kejadian yang terjadi setiap harinya. Catatan tersebut dibuat secara kronologis dan kemudian didokumentasikan.

8. Faktor Fasilitas Pemerintah

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1995, pemerintah memberikan fasilitas kepada wirausaha yang mengelola usaha kecil, diantaranya :

a. Keringanan membayar pajak,
b. Kemudahan dalam memberi izin usaha,
c. Memberikan keringanan dalam tarif prasarana usaha,
d. Memberikan kemudahan dalam pendanaan usaha,
e. Membantu dalam penyebaran dalam informasi pasar, teknologi, desain dan peningkatan kualitas,
f. Memberikan bantuan konsultasi hukum dan pembelaan dalam usaha,
g.Membantu fasilitas listrik, bahan baku, jalan raya pemasaran produk keluar negeri, dan sebagainya.

Dalam mengelola usaha kadang-kadang dihadapkan pada suatu kesukaran dan kegagalan. Bagi seorang wirausaha, kegagalan dalam usaha atau berbisnis sebaiknya dijadikan guru sekaligus menjadi pendorong untuk kemajuan usaha yang lebih pesat.

Adapun faktor-faktor yang dapat menyebabkan kegagalan usaha antara lain sebagai berikut :

1. Kebiasaan menunda waktu

* menunggu hari esok di dalam usaha

* menunggu waktu dalam usaha

2. Kurang ketekunan dan ketakwaan

* membayangkan kegagalan usaha yang bukan-bukan
* kurang tekun dan kurang takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

3. Kepribadian yang negatif

* kurang mampu menggunakan kekuatan yang ada pada dirinya sendiri
* kurang bergaul
* perasaan rendah diri
* lekas menyerah dan tidak percaya pada diri sendiri

4. Kebiasaan boros

* mengeluarkan uang tanpa ada perhitungan dan pengendalian
* perasaan takut miskin
* sifat mementingkan diri sendiri

Berbagai situasi dan perkembangan usaha di masyarakat, kegagalan dapat diidentifikasi sebagai berikut :

1. Tidak ada perencanaan usaha yang tepat dan matang,
2. Kurang dana untuk modal usaha,
3. Tidak ada kecocokan antara minat dan bakat dengan bidang usaha yang dijalankan,
4. Kurang pengalaman dalam usaha,
5. Lemah dalam bidang pemasaran.

Tugas :

1. Amati dan tulislah beberapa usaha yang ada di sekitar tempat tinggal Anda !
2. Kelompokkan usaha tersebut ke dalam usaha yang berkembang dan tidak bisa berkembang !
3. Analisislah faktor penyebab usaha tersebut bisa berkembang dan ada yang mengalami kegagalan !



Tugas Kelompok

Buatlah sebuah produk berdasarkan ide kreatif kalian secara kelompok. Produk yang dibuat hendaknya :

1. Berbahan baku dari barang bekas yang terdapat di lingkungan tempat tinggal kalian,
2. Dapat dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih berguna, dan
3. Mempunyai nilai jual.

Latihan

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar !

1. Apakah yang Anda ketahui tentang kreatif dan inovatif ?

Jawab : ……………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

2. Sebutkan modal utama yang harus dimiliki oleh wirausaha untuk meraih keberhasilan !

Jawab : ……………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

3. Apa saja kemampuan yang akan dimiliki oleh wirausaha jika ia bisa mengembangkan kreativitas dalam memanfaatkan peluang usaha ?

Jawab : ……………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

4. Jika wirausaha sudah menetapkan jenis usaha dan melihat peluang usaha yang diinginkan, apa tugas seorang wirausaha selanjutnya ?

Jawab : ……………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………

5. Jelaskan bahwa faktor keuangan dapat mendukung keberhasilan usaha !

Jawab : ……………………………………………………………………………………..

………………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………………


Uji Kompetensi

A. Berilah tanda (x) pada huruf a, b, c, d atau e di depan jawaban yang benar !

1. Tujuan perusahaan mengadakan inovasi-inovasi dalam pembuatan produk adalah ….

a. menyesuaikan dengan anggaran keuangan
b. memperluas pemasaran dan penjualan
c. menyesuaikan selera dan kepuasan konsumen
d. menyesuaikan dengan teknologi
e. menyesuaikan bahan baku

2. Kalimat yang tidak sesuai dengan pengertian usaha adalah ….

a. berkemauan keras
b. bergantung pada orang lain
c. memperoleh manfaat
d. menuntut suatu hal
e. berbuat untuk mencapai maksud

3. Integrasi vertikal adalah ….

a. menambahkan atau menaikkan jumlah produksi untuk memenuhi kebutuhan baru
b. penggabungan usaha yang mempunyai keterkaitan usaha yang saling membutuhkan secara kontinu
c. keterangan tentang adanya peluang usaha
d. membuka usaha baru yang tidak ada kaitannya dengan usaha yang sudah ada
e. keterangan tentang adanya peluang usaha

4. Jika wirausaha sudah menetapkan jenis usaha setelah melihat peluang usaha yang ditujukan tugas selanjutnya yang tidak perlu diperhatikan adalah ….

a. jenis usaha yang sesuai dengan hasrat dan minat
b. jenis usaha yang benar-benar akan membawa keuntungan
c. jenis usaha yang mudah mengurus dan mengerjakannya
d. jenis usaha yang produknya kurang diminati konsumen
e. jenis usaha yang mendapat dukungan serta perlindungan pemerintah

5. Berikut yang tidak termasuk alasan utama kegagalan usaha ….

a. pengetahuan pasar yang tidak memadai
b. kinerja produk yang salah
c. usaha pemasaran dan penjualan tidak efektif
d. kurangnya peminat konsumen akan produk yang dihasilkan
e. konsumen banyak yang berminat akan barang yang dijual

6. Untuk menggali peluang usaha, kita harus berpikir positif dan kreatif, yang tidak termasuk tindakan tersebut adalah ….

a. percaya dan yakin bahwa usaha dapat dilaksanakan
b. menerima gagasan-gagasan baru dalam dunia bisnis
c. menyatakan prinsip yang diyakini saja
d. mendengarkan saran-saran orang lain
e. mempunyai etos kerja yang tinggi

7. Faktor utama keberhasilan usaha adalah ….

a. manusia
b. pemasaran
c. keuangan
d. perencanaan
e. organisasi

8. Yang bukan faktor-faktor pendukung keberhasilan usaha adalah ….

a. manajemen usaha yang baik
b. adanya dana yang besar
c. kebutuhan konsumen yang terpuaskan
d. perencanaan yang matang
e. peningkatan permintaan

9. Kepribadian negatif yang bukan menjadi faktor penyebab kegagalan usaha adalah ….

a. jarang bergaul
b. perasaan rendah diri
c. lekas menyerah
d. perasaan takut miskin
e. tidak percaya diri

10. Suatu temuan baru yang menyebabkan berdayagunanya produk atas jasa supaya menjadi lebih produktif disebut ….

a. kreatif
b. efektif
c. efisien
d. inovatif
e. produktif

11. Dengan kreativitas, seorang wirausaha akan lebih .... dalam pembuatan produk & jasa.

a. terbuka d. lincah
b. produktif e. bekerja
c. semangat

12. Salah satu penyebab wirausaha tidak berhasil dalam usahanya karena memiliki sifat ...

a. pantang menyerah d. pesimis
b. rajin e. jujur
c. kerja keras

13. Dengan mengembangkan kreativitas dalam pemanfaatan peluang usaha, seorang wirausaha akan mampu ….

a. meningkatkan rasa sosial yang tinggi
b. meningkatkan perekonomian negara
c. meningkatkan keuntungan dalam pemanfaatan peluang usaha
d. meningkatkan risiko usaha yang akan dihadapi
e. meningkatkan solidaritas dalam usaha



14. Yang bukan ciri-ciri manusia kreatif menurut A. Reo adalah ….

a. keingintahuan
b. pesimis
c. melihat sesuatu dengan cara yang tidak biasa
d. menerima perbedaan
e. berani mengambil risiko

15. Kegagalan dalam usaha hendaknya dipandang sebagai ….

a. ancaman dalam usaha
b. penghambat kemajuan usaha
c. pengalaman baik
d. pengalaman buruk
e. tanda bahwa usaha harus diakhiri

16. Apabila kita mampu memanfaatkan perebutan kondisi lingkungan, lingkungan biasa akan menjadi suatu ….

a. persaingan usaha
b. situasi usaha
c. ancaman usaha
d. peluang usaha
e. strategi usaha

17. Peluang usaha yang ada harus dimanfaatkan dengan strategi yang tepat, yaitu dengan siasat/kiat disebut ….

a. vertikal
b. kapasitas
c. horizontal
d. strategi
e. informasi

18. Di bawah ini yang bukan termasuk risiko umum dihadapi oleh wirausaha adalah ….

a. risiko barang tidak laku
b. risiko karena pencurian
c. risiko kredit macet
d. risiko antar fungsi
e. risiko resesi dan inflasi

19. Peluang usaha yang ada harus segera kita tangkap supaya ….

a. tidak merugikan orang lain
b. tidak direbut orang lain
c. cepat kaya
d. menunjukkan kepandaian kita
e. impian segera terwujud

20. Peluang usaha baru yang bisa digarap dan akan dipilih tidak bergantung pada …

a. minat seseorang
b. model
c. tenaga kerja
d. sumber daya alam
e. situasi dan kondisi

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar !

1. Sebutkan kegagalan usaha bila ditinjau dari tidak adanya kecocokan antara minat dan bakat dengan bidang usaha yang dijalankan !

Jawab : …………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………..

2. Apa yang dimaksud dengan kepribadian negatif ? Mengapa hal itu dapat menjadi salah satu penyebab kegagalan usaha ?

Jawab : …………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………..

3. Sebutkan ciri-ciri orang kreatif menurut A. Roe !

Jawab : …………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………..

4. Berikan contoh pemanfaatan produk secara kreatif dan inovatif !

Jawab : …………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………..

5. Sebutkan dasar pertimbangan bagi seorang wirausaha bila ia sudah menetapkan jenis usaha yang dipilihnya !

Jawab : …………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………..

6. Sebutkan langkah-langkah wirausaha dalam mencari/melihat peluang bisnis !

Jawab : …………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………..

7. Mengapa wirausaha harus mencari informasi sebanyak-banyaknya sebelum ia ingin membuka usaha ?

Jawab : …………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………..

8. Informasi yang bagaimanakah yang diperlukan seorang wirausaha untuk menentukan usahanya kelak ?

Jawab : …………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………..

9. Apa yang dimaksud dengan wirausaha harus berani mengambil risiko di dalam usahanya ?

Jawab : …………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………..

10. Sebutkan peluang usaha yang didasarkan pada jenis produk !

Jawab : …………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………

Share KLIK DISINI UNTUK MELANJUTKAN......

MENGANALISIS PELUANG USAHA


MATERI PEMBELAJARAN

A. CARA MELIHAT PELUANG USAHA

Sebagai orang yang kreatif, calon wirausaha akan mampu melihat banyak peluang usaha yang diciptakan. Jika diindentifikasi, sebenarnya banyak sekali peluang (opportunity) yang menguntungkan, asal ada niat untuk bekerja keras, mau mendengarkan orang lain, mengakui kesalahan, ulet dan percaya akan kemampuan sendiri.

Peluang usaha yang ada harus digali dan dimanfaatkan dengan baik, jika tidak ingin didahului oleh orang lain. Peluang usaha bukanlah peluang jika kita tidak sanggup menemukan tindakan yang mungkin dan layak untuk mewujudkannya. Dengan mempelajari dinamika kehidupan masyarakat, wirausaha harus dapat menciptakan kesempatan kira-kira usaha atau bisnis apa yang paling tepat.


Bisnis yang dapat digunakan sebagai peluang usaha adalah bisnis yang mampu meraih keuntungan dengan cara menciptakan produk-produk yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Apabila dianalisis, pada zaman sekarang, banyak orang bekerja begitu sibuknya, sehingga tidak sempat mengerjakan hal-hal yang dianggapnya kurang penting. Ini merupakan suatu hal yang bisa kita manfaatkan untuk memunculkan peluang atau kesempatan usaha, terutama di bidang jasa atau pelayan. Misalnya sebagai berikut :

1. Jasa Servis

Banyak orang yang ingin mengikuti perkembangan teknologi, sehingga banyak dijumpai alat canggih di rumah mereka, seperti TV, komputer, mesin cuci dan mobil. Namun mereka tidak punya waktu khusus untuk merawat dan memperbaiki bila terjadi kerusakan. Di sini, jasa servis sangat dibutuhkan.

2. Jasa Hiburan

Untuk mengurangi ketegangan pikiran karena kesibukan bekerja, didirikan usaha bioskop, café, diskotik dan sebagainya.

3. Jasa Transportasi

Contoh: menyediakan angkutan antar jemput anak sekolah, rental mobil dan sebagainya.

4. Jasa Kesehatan

Misalnya menyediakan sarana kebugaran, jasa kesehatan, jasa kecantikan (SPA, Fitnes, pijat refleksi dan sebagainya).

5. Jasa Yang Lain

Misalnya jasa penitipan anak, katering, tenaga kebersihan, penulisan, pengetikan karya tulis dan sebagainya.

Sedangkan untuk peluang usaha pemilihan produk, berupa barang, yang dapat menciptakan peluang usaha adalah dengan mempertimbangkan produk-produk sebagai berikut :

1. Mudah dalam pemakaian
2. Efisien dalam penggunaan
3. Kualitas produk yang terjamin
4. Hemat dalam pemakaian
5. Adanya jaminan keamanan dalam pemakaian

Produk/barang yang dibutuhkan oleh masyarakat yang disibukkan oleh berbagai kegiatan dapat dikelompokkan sebagai berikut :

1. Produk yang mampu mempermudah pekerjaan di rumah

Misalnya ; alat pemasak nasi sekaligus untuk menyimpan dan memanaskan sayur, panci yang multiguna (untuk menggoreng, merebus, dan oven), sapu yang berfungsi untuk mengepel dan menyapu lantai dan sebagainya).

Dengan adanya barang-barang tersebut, sangat dimungkinkan seseorang menyelesaikan lebih dari satu pekerjaan dalam waktu yang bersamaan dengan waktu yang cepat.

2. Produk yang mampu mempermudah pekerjaan di luar rumah

Misalnya ; tas multifungsi, yang bisa dipakai untuk kerja, tetapi juga bisa dipakai untuk membawa pakaian untuk perjalanan dengan cara dilipat atau dimodifikasi.

3. Produk lainnya yang dibutuhkan tanpa mengenal tempat

Misalnya ; air dalam kemasan, mie instan dan sebagainya.

Setelah menganalisis peluang usaha yang didasarkan pada jenis jasa dan produk, yang tidak kalah pentingnya adalah menganalisis peluang usaha yang didasarkan pada minat dan daya beli konsumen. Untuk membuka usaha berupa produk/barang maupun jasa tidak bisa mengabaikan besar kecilnya minat masyarakat dan kuat lemahnya daya beli mereka. Berikut ini beberapa pertanyaan yang dapat membantu wirausaha dalam memanfaatkan peluang usaha berdasarkan minat dan daya beli konsumen.

1. Apakah produk yang dibuat oleh wirausahawan terdapat dalam suatu industri yang berbasis dan berkembang pesat ?
2. Apakaha minat dan permintaan konsumen terhadap produk di masa depan akan berkembang pesat ?
3. Bagaimana cara wirausaha memproses produk agar sesuai dengan minat dan daya beli konsumen ?
4. Apa kelemahan khusus dari produk yang dibuat ?
5. Sampai di mana sumbangan pemasaran terhadap keberhasilan pembuatan produk berdasarkan minat dan daya beli konsumen ?
6. Bagaimana usaha wirausaha dalam meluaskan pemasaran dan pendistribusian produk ?
7. Dalam hal apakah produk bisa serupa/berbeda dengan produk buatan pesaing ?
8. Bagaimana cara mendesain model produk yang akan dibuat wirausaha ?

Berdasarkan pertanyaan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa agar produk/jasa yang kita ciptakan mampu menarik minat konsumen dan terjangkau oleh mereka, maka kita harus :

1. Memilih dan membuat produk/jasa yang bermanfaat, berkualitas dan laku dijual dengan harga bersaing,
2. Membuat desain yang baru dengan harga yang terjangkau,
3. Membuat produk/jasa yang cepat dan lebih murah,
4. Memilih dan menentukan wilayah pemasaran yang menguntungkan.

B. RISIKO USAHA

Berhasil tidaknya suatu usaha pada dasarnya tidak tergantung pada besar kecilnya ukuran usaha, tetapi lebih dipengaruhi oleh bagaimana cara pengelolaannya. Banyak risiko yang sering dijumpai pada usaha/bisnis, yaitu :

1. Risiko karena barang yang tidak laku

2. Risiko karena barang tidak bisa terbayar

3. Risiko karena adanya kredit macet

4. Risiko karena adanya pemogokan karyawan

5. Risiko karena harga barang-barang turun naik

6. Risiko karena tidak dipercaya oleh perbankan

7. Risiko karena tingkat penjualan rendah

8. Risiko karena kacaunya distribusi

9. Risiko karena sulitnya mencari bahan baku

10. Risiko karena kacaunya manajemen produksi

Seorang wirausaha harus mau dan mampu menghadapi semua risiko yang muncul dengan pertimbangan yang matang. Untuk selanjutnya diteruskan dengan membuat keputusan. Karena wirausaha sebagai penentu risiko dan bukan sebagai penanggung risiko.

Prosedur untuk menganalisis risiko dalam usaha/bisnis adalah :

1. Menetapkan tujuan dan sasaran usaha
2. Meneliti alternatif risiko
3. Merencanakan dan melaksanakan sebuah alternatif
4. Taksiran risiko usaha
5. Mengumpulkan informasi usaha
6. Mengurangi risiko usaha



Wirausaha yang sangat berinovatif, kreatif dan prestatif, biasanya mengambil risiko usaha yang sedang-sedang saja. Wirausaha ini selalu menerima adanya perubahan, suka mencoba pelbagai alternatif dan mengembangkan inovasi untuk barang dan jasa dalam bidang usaha baru. Inovasi dalam usaha yang menghasilkan barang dan jasa yang berkualitas, akan menerima tantangan dan memikul risiko yang sudah diperhitungkan sebelumnya.

Tugas

1. Lakukan observasi kebutuhan yang diperlukan pada masyarakat di lingkungan Anda. Peluang apa saja yang bisa dikembangkan di lingkungan Anda ?
2. Peluang usaha apa yang bisa dikembangkan sesuai dengan keahlian yang Anda miliki? Risiko apa yang mungkin Anda alami ?

Latihan

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jawaban yang benar !

1. Bagaimana cara melihat peluang usaha yang baik ?

Jawab : …………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………..

2. Apa yang Anda ketahui tentang peluang usaha ?

Jawab : …………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………..

3. Jelaskan alasan peluang yang ada harus segera diambil !

Jawab : …………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………..

4. Apa saja yang perlu dipertimbangkan bila wirausaha ingin membuka usaha ?

Jawab : …………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………..

5. Jelaskan alasan orang ingin segalanya serba cepat dan praktis !

Jawab : …………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………..

6. Apa saja yang dimaksud dengan peluang usaha yang didasarkan pada minat dan daya beli konsumen ?

Jawab : …………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………..

7. Peluang usaha apa saja yang bisa diambil dari banyaknya para orang tua yang hampir tidak sempat mengantarkan anaknya sekolah ?

Jawab : …………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………..

8. Sebutkan minimal lima risiko yang mungkin dialami oleh wirausaha !

Jawab : …………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………..

9. Jelaskan pernyataan bahwa : Wirausaha bukan sebagai penanggung risiko tetapi sebagai penentu risiko !

Jawab : …………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………..

10. Produk dan jasa yang bagaimana yang benar-benar dapat diterima masyarakat ?

Jawab : …………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………..


Share KLIK DISINI UNTUK MELANJUTKAN......

MENGIDENTIFIKASI SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHA


MATERI PEMBELAJARAN
Pada zaman keterpurukan ekonomi yang sedang dialami oleh bangsa Indonesia, kita harus bisa menyerukan pentingnya pembangunan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) sehingga kebanyakan masyarakat tidak ragu lagi untuk mengambil langkah untuk menjadi calon wirausaha. Sesungguhnya kita semua adalah calon-calon wirausaha yang baik, tinggal bagaimana kita mengolah jiwa entrepreneurship yang berhasil. Jika hal ini terealisasi akan memberikan nafas lega untuk pemerintah karena bisa mengurangi pengangguran dan mengentaskan kemiskinan.


Perubahan dan perbaikan nasib kita harus didasarkan pada kehendak, keinginan, dan kerja keras. Oleh karena itu, peranan wirausaha sangat penting untuk menentukan masa depan bangsa dan negara.
A. PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN
Entrepreneurship awal mulanya berasal dari bahasa perancis, yaitu Entreprende yang berarti petualang, pencipta, dan pengelola usaha, sedangkan kewirausahaan dengan istilah entrepreneurship. Kata entrepreneur secara tertulis pertama kali digunakan oleh Savary pada tahun 1723 dalam bukunya “Kamus Dagang”.
Wirausaha (entrepreneurship) adalah kemampuan seseorang untuk hidup sendiri atau berdikari di dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya yang bebas atau merdeka secara lahir dan batin.
Entrepreneur adalah sosok orang yang tidak mudah diam, biasanya suka melakukan inovasi terus menerus dan perbaikan dari hal yang sudah ada.
Sedangkan yang dimaksud dengan kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah bentuk usaha untuk menciptakan nilai lewat pengakuan terhadap peluang bisnis, manajemen pengambilan resiko yang sesuai dengan peluang yang ada, dan lewat keterampilan komunikasi dan sumber daya yang diperlukan untuk membawa sebuah proyek sampai berhasil. (Peter Kilby Entrepreneurship and Economic Development, New York : The Free Press, 1971)
Dalam bentuk yang lain, kewirausahaan didefinisikan sebagai advanturisme (berpetualang), risk taking (mengambil resiko) dan thrill-seeking (pencari kegentaran).
Dalam bentuk sederhana, kewirausahaan berkonotasi mengimplementasikan, yang berarti mengerjakan (sesuatu), yaitu sesuatu yang harus dikerjakan seorang wirausaha. Perhatian dan ketertarikan terhadap masalah kewirausahaan ini sangat tepat karena kita memerlukan apa yang dapat dikerjakan dan diberikan oleh wirausaha (entrepreneurs) seperti :
1. Produk-produk baru dan jasa-jasa baru
2. Pekerjaan baru
3. Lingkungan kerja yang kreatif
4. Cara-cara baru melakukan kegiatan bisnis
5. Bentuk baru penciptaan bisnis (new business innovation)

B. TUJUAN, SYARAT DAN MANFAAT KEWIRAUSAHAAN
1. Tujuan Kewirausahaan adalah sebagai berikut :
a. Meningkatkan jumlah wirausaha yang berkualitas.
b. Mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
c. Membudayakan semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan di kalangan masyarakat yang mampu, andal dan unggul.
d. Menumbuhkan kesadaran kewirausahaan yang tangguh dan kuat.
2. Sementara itu, manfaat kewirausahaan adalah sebagai berikut :
a. Sebagai penggerak pembangunan lingkungan, pribadi, distribusi, pemeliharaan lingkungan dan kesejahteraan.
b. Menambah daya tampung tenaga kerja sehingga dapat mengurangi pengangguran.
c. Memberi contoh bagaimana harus bekerja keras, tekun dan mempunyai pribadi yang patut diteladani.
d. Berusaha mendidik para karyawannya menjadi orang yang mandiri, disiplin, tekun, dan jujur dalam menghadapi pekerjaan.
e. Berusaha mendidik para karyawan agar hidup secara efisien, tidak berfoya-foya dan tidak boros.
3. Untuk menjadi seseorang wirausahawan yang baik dan sukses syaratnya sebagai berikut :
a. Tidak konsumtif dan boros.
b. Harus mengutamakan keberhasilan.
c. Harus mampu bergaul dan bersikap luwes.
d. Harus mampu mengorganisasi diri.
e. Harus berwatak baik.
f. Berpikiran positif, ulet, terampil.
g. Harus mempunyai komitmen tinggi.
h. Berani menanggung resiko
i. Kreatif dan inovatif dalam segala kegiatan proses produksi.
4. Seorang wirausaha harus mempunyai sifat dasar dan kemampuan sebagai berikut :
a. Wirausaha adalah pencipta perubahan.
b. Wirausaha adalah seseorang yang selalu melihat perbedaan, baik antar orang maupun antar fenomena kehidupan sebagai peluang dan kesulitan.
c. Wirausaha adalah orang yang cenderung mudah jenuh terhadap segala kemapanan hidup, kemudian bereksperimen dengan adanya pembaharuan.
Adapun fungsi-fungsi wirausaha sebagai berikut :
a. Mengusahakan inovasi-inovasi baru.
b. Membuka pasar baru.
c. Memasuki usaha-usaha baru yang belum pernah dicoba oleh orang lain.
d. Memulai produksi jenis barang/jasa baru.
Wirausaha banyak memberikan manfaat bagi pembangunan nasional, antara lain :
a. Sebagai sumber penciptaan dan perluasan kesempatan kerja.
b. Pelaksana pembangunan bangsa dan Negara.
c. Meningkatkan kepribadian dan martabat/harga diri.
d. Melaksanakan persaingan yang sehat dan wajar.

C. SASARAN KEWIRAUSAHAAN, RUANG LINGKUP DAN FALSAFAH WIRAUSAHA
1. Sasaran kewirausahaan adalah sebagai berikut :
a. Para generasi muda pada umumnya, anak-anak sekolah, anak-anak putus sekolah dan calon para wirausaha.
b. Para pelaku ekonomi yang terdiri atas pengusaha kecil dan koperasi.
c. Instansi pemerintah yang melakukan kegiatan usaha (BUMN), organisasi profesi, dan kelompok masyarakat.
2. Sedangkan ruang lingkup kewirausahaan meliputi bidang, sebagai berikut :
a. Lapangan agraris
b. Lapangan perikanan
c. Lapangan peternakan
d. Lapangan perindustrian dan kerajinan
e. Lapangan pertambangan dan energi
f. Lapangan perdagangan
g. Lapangan pemberi jasa
3. Beberapa falsafah wirausaha yang perlu dihayati adalah sebagai berikut :
- Untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam hidup harus banyak belajar tentang dirinya sendiri.
- Kegagalan usaha harus diterima sebagai pengalaman.
- Kekuatan berusaha datangnya dari tindakannya sendiri bukan dari tindakan orang lain.
- Resiko kegagalan selalu ada, tapi para wirausahawan harus menerimanya dan bertanggung jawab.
- Adanya keberhasilan usaha setelah mengalami kegagalan.
- Wirausaha yang menghindari resiko rendah tidak ada tantangan dan menjauhi resiko tinggi karena ingin berhasil.
- Harta terbesar untuk mempertahankan kemampuan wirausaha adanya sikap dan tindakan wirausaha.
- Prestasi total sebuah bisnis, terutama ditentukan oleh sikap dan tindakan wirausahawan.
- Kejarlah tujuan-tujuan yang berhubungan dengan kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya.
- Terimalah apa adanya dan kurangilah kelemahan-kelemahan diri sendiri.

D. MENGIDENTIFIKASI SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHA
1. Karakteristik Wirausaha
Karakteristik berasal dari kata dasar karakter yang berarti sifat atau watak sehingga dapat dikaitkan dengan wirausaha, karakteristik wirausaha adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan ciri khas, watak, perilaku, tabiat, dan sikap yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha terhadap perjuangan hidup untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin.
Agar seseorang wirausahawan dapat sukses maka harus memiliki keterampilan. Adapun keterampilan yang harus dimiliki seseorang wirausahawan adalah :
a. Keterampilan dasar
Keterampilan dasar meliputi :
1) Memiliki mental dan spiritual yang tinggi
2) Memiliki kepribadian yang unggul
3) Pandai berinisiatif
4) Dapat mengkoordinasikan kegiatan usaha
b. Keterampilan khusus
Keterampilan khusus ini meliputi :
1) Keterampilan konsep (conceptual skill) adalah keterampilan melakukan kegiatan usaha secara menyeluruh berdasarkan konsep yang dibuatnya.
2) Keterampilan teknis (technical skill) adalah keterampilan melakukan teknik tertentu dalam mengelola usahanya.
3) Human skill adalah keterampilan bekerja sama dengan orang lain, bawahan dan sesama wirausaha.
Bygrave merumuskan 10 sifat dari wirausaha yang terkenal dengan istilah dengan 10 D, yaitu :
a. Dream (mimpi)
Seorang wirausaha mempunyai misi atau keinginan terhadap masa depan pribadi dan bisnisnya dan yang paling penting adalah dia mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impiannya tersebut.
b. Decisiveness (cepat mengambil keputusan)
Seorang wirausaha dalam melakukan pekerjaannya tidak lambat. Mereka membuat keputusan secara cepat dengan penuh pertimbangan. Kecepatan dan ketepatan mengambil keputusan adalah faktor kunci dalam kesuksesan bisnis.

c. Doers (pelaku)
Seorang wirausaha dalam membuat keputusan akan langsung menindaklanjuti. Mereka melaksanakan kegiatannya secepat mungkin. Seorang wirausaha tidak mau menunda-nunda kesempatan yang baik dalam bisnisnya.
d. Determination (ketetapan hati)
Seorang wirausaha melaksanakan kegiatannya dengan penuh perhatian. Rasa tanggung jawabnya tinggi dan tidak mau menyerah walaupun dihadapkan pada halangan dan rintangan yang tidak mungkin dapat diatasi.
e. Dedication (dedikasi)
Seorang wirausaha memiliki dedikasi yang tinggi terhadap bisnisnya, kadang-kadang mengorbankan kepentingan keluarga untuk sementara. Wirausaha melaksanakan pekerjaannya tidak mengenal lelah, 1 jam sehari atau 7 hari dalam seminggu. Semua perhatian dan kegiatannya dipusatkan rasa semata-mata untuk kegiatan bisnisnya.
f. Devotion (kesetiaan)
Seorang wirausaha mencintai pekerjaan bisnisnya dan produk yang dihasilkannya. Hal inilah yang mendorong keberhasilan yang sangat efektif untuk menjual produknya.
g. Detail (rincian)
Seorang wirausaha sangat memperhatikan faktor-faktor kritis secara rinci. Dia tidak mau mengabaikan faktor-faktor kecil yang dapat menghambat kegiatan usahanya.
h. Destiny (nasib)
Seorang wirausaha bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapainya. Wirausaha merupakan orang yang bebas dan tidak mau tergantung pada orang lain.
i. Dollars (uang)
Seorang wirausaha tidak mengutamakan mencapai kekayaan motivasinya bukan karena masalah uang. Uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan bisnisnya. Ia berasumsi jika berhasil dalam bisnis maka ia pantas mendapatkan laba, bonus, atau hadiah.
j. Distribute (distribusi)
Seorang wirausaha bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada orang-orang kepercayaannya, yaitu orang-orang yang kritis dan mau diajak mencapai kesuksesan dalam bidang bisnisnya.
Sedangkan menurut B.Marbun (1993) memiliki pendapat sendiri mengenai karakteristik wirausahawan. Berikut ciri-ciri dan watak wirausahawan menurut B.Marbun :


a. Percaya diri
Meliputi watak :
1) Keyakinan 4) Teguh pendiriannya
2) Ketidaktergantungan 5) Optimisme terhadap pekerjaannya
3) Individualistik
b. Berorientasikan tugas dan hasil
1) Kebutuhan akan prestasi 4) Tekad kerja keras
2) Berorientasikan pada laba 5) Mempunyai dorongan yang kuat
3) Ketekunan dan ketabahan 6) Energik dan inisiatif
c. Pengambilan resiko
1) Kemampuan mengambil resiko
2) Inisiatif 3) Suka pada tantangan
d. Kepemimpinan
1) Bertingkah laku sebagai pemimpin
2) Dapat bergaul dan bekerja sama dengan orang lain
3) Menanggapi saran-saran dan kritik dengan positif
e. Keorisinilan
1) Inovatif dan kreatif 3) Punya banyak sumber dan informasi
2) Fleksibel 4) Serba bisa
f. Berorientasi ke masa depan
1) Pandangan luas ke depan
2) Punya cita-cita

2. Memahami karakteristik wirausahawan
Karakteristik wirausahawan dan keberhasilan usaha selalu berhubungan dengan hal berikut ini :
a. Kerja keras
Artinya kegiatan yang dikerjakan secara sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah atau berhenti sebelum target kerja tercapai dan selalu mengutamakan/memperhatikan kepuasan hasil pada setiap kegiatan yang dilakukan.


b. Disiplin
Artinya sikap yang selalu tepat waktu dan tepat janji, sehingga orang lain mempercayainya. Modal utama dalam berwirausaha adalah “perolehan kepercayaan dari orang lain”.
c. Realistis
Artinya cara berpikir yang penuh dengan perhitungan yang sesuai dengan kemampuan sehingga gagasan yang akan diajukan bukan menjadi angan-angan atau mimpi belaka. Oleh karena itu, apabila memiliki gagasan atau ide sekecil atau sebesar apapun harus dipikirkan kemungkinan realitasnya dan keterlaksanaannya.
d. Mandiri
Artinya sikap tidak menggantungkan keputusan tentang apa yang harus dilakukan kepada orang lain, sesuatu dikerjakan karena kemauan sendiri serta tidak merasa besar karena orang lain, tetapi besar karena usaha kerasnya. Sikap percaya diri tumbuh dari adanya rasa percaya pada diri sendiri.
e. Prestatif
Artinya melakukan sesuatu dengan pikiran bahwa yang akan diwujudkan memiliki nilai-nilai keunggulan sehingga memperoleh penghargaan dari orang lain, tidak asal jadi bahkan merampas/meniru hasil karya orang lain.
f. Komitmen tinggi
Artinya sikap teguh memegang prinsip-prinsip kebenaran yang berlaku, tidak sekalipun mengingkarinya walaupun dengan dirinya sendiri, serta berusaha menyesuaikan perkataan dan perbuatannya.
g. Jujur
Artinya mau dan mampu mengatakan apa adanya. Kejujuran dapat disamakan dengan amanah. Amanah berarti apabila diberi kepercayaan dalam berwirausaha tidak berkhianat, kalau berkata selalu benar, jika berjanji dalam bisnis tidak ingkar.
Sikap jujur perlu sekali dimiliki oleh seorang wirausahawan karena akan mendatangkan kepercayaan dari orang lain. Kejujuran dalam kegiatan bisnis, misalnya jujur dalam menimbang barang, membayar hutang, dan lain-lain.

E. PERLUNYA PENGEMBANGAN SIKAP MENTAL WIRAUSAHA
Tuntutan zaman yang berubah dengan krisis ekonomi yang menggelobal dengan menghadapi banyak permasalahan yang berupa keterpurukan hidup, pengangguran, kemiskinan dan keterbelakangan. Langkah tepat untuk keluar permasalahan itu adalah dengan menumbuhkan motivasi masyarakat untuk menjadi entrepreneur (wirausahawan).
Mengapa wirausaha dibutuhkan ? Jawabannya adalah karena sikap mental wirausaha bisa menjadi “motor penggerak” dalam pembangunan negara dalam hal :
- Memajukan ekonomi bangsa dan negara
- Meningkatkan taraf hidup masyarakat
- Ikut mengurangi pengangguran
- Membantu mengentaskan kemiskinan
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengembangan sikap mental wirausaha penting karena dapat mengubah pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta kerja sehingga dapat menjadi alternatif dalam mengatasi permasalahan negara-negara miskin seperti kemiskinan, keterbelakangan, pengangguran, pertumbuhan ekonomi rendah.


F. FAKTOR KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN
Keberhasilan dalam hidup pada dasarnya merupakan dambaan setiap orang sehingga orang akan melakukan apa saja untuk mencapainya. Dalam mencapai keberhasilan tersebut, perlu diketahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan.
Dengan semangat kerja yang tinggi dan kreativitas yang luar biasa, seorang wirausaha berkeinginan untuk meningkatkan nilai lebih dan kualitas hidup dirinya dengan menjadi seorang wirausaha. Menjadi wirausaha sukses merupakan idaman banyak orang di dunia ini.
Dalam banyak studi, para peneliti mengidentifikasi karakteristik seorang wirausaha yang berhasil (successful entrepreneur) sebagai berikut :
1. Komitmen, dan ketabahan hati secara total.
2. Bergerak maju untuk mencapai tujuan dan tumbuh.
3. Peluang dan orientasi pada tujuan.
4. Mengambil inisiatif dan tanggung jawab pribadi.
5. Konsisten terhadap pemecahan masalah.
6. Realisme dan mempunyai sense of humor.
7. Mengambil resiko yang telah diperhitungkan dan mencari resiko.
8. Memiliki obsesi untuk mendapatkan dan mendayagunakan peluang.
9. Memiliki kreativitas dan flesibilitas.
10. Memiliki kemampuan leadership.
11. Selalu terbuka untuk bekerja sama.
12. Keinginan untuk belajar dari kegagalan.
13. Memiliki motivasi besar untuk sukses.
14. Berkemauan dan berkemampuan melihat, mengakui dan menghargai potensi pihak atau orang (pesaing) lain.
15. Berorientasi ke masa depan.
Di samping kita mempelajari seorang wirausaha dan suatu bisnis berhasil, kita juga ingin mengkaji mengapa mereka (pengusaha/wirausaha) juga gagal. Seorang pelaku bisnis gagal disebabkan beberapa hal, yaitu :
1. Manajer yang tidak kompeten atau tidak berpengalaman. Mungkin disebabkan kurangnya training atau kurangnya pengalaman manajemen.
2. Kurangnya modal.
3. Kurangnya perhatian penuh terhadap usahanya. Biasanya usaha kecil membutuhkan waktu banyak untuk membangun sebuah kegiatan.
4. Kalah bersaing, penyebabnya karena lemahnya dalam penguasaan dan penerapan teknologi tepat guna dan sumber daya manusia yang belum berkualitas sesuai dengan tuntutan.
5. Lemahnya sistem kontrol. Karena sering lemahnya sistem kontrol maka sering terjadi pembengkakan biaya dan tidak tercatatnya kegiatan usaha.
6. Lokasi usaha kurang strategis.
7. Masalah pemasaran yang tidak bisa meluas.
8. Bencana alam.
Baik kegagalan ataupun keberhasilan sangat tergantung pada kemampuan mengidentifikasi peluang asli atau peluang awal suatu bisnis, ketika bisnis tersebut dirancang untuk didirikan atau dijalankan. Dalam mengidentifikasi dan mendayagunakan peluang, sejak dari awal harus sudah dirancang dan diperhitungkan produk apa yang akan dijual, bagaimana melayani pasar, dan berapa tinggi atau besar harga barang yang akan ditawarkan kepada konsumen, sehingga diharapkan konsumen membeli produk yang ditawarkan.
TUGAS KELOMPOK
A. Tujuan
Mengenali dan memahami karakteristik wirausaha (entrepreneur).
B. Alat
1. Media massa
2. Media elektronika : Internet
C. Langkah kerja
1. Buatlah kliping tentang kewirausahaan atau bidang-bidang kewirausahaan, misalnya :
a. Bidang jasa, dagang, perikanan, pertanian dan lain-lain.
b. Tentang karakteristik wirausaha yang berhasil maupun wirausaha yang gagal.
 Diskusikan dan berilah komentar !
 Tugas ini dapat dikerjakan secara kelompok.
2. Buatlah satu kelompok, lakukan wawancara terhadap tokoh wirausahawan sukses di lingkungan anda ! Kemudian buatlah resume karakteristik apa saja yang perlu dimiliki sehingga ia menjadi wirausahawan yang sukses. Presentasikan hasil resume tersebut di depan kelas !
Hasil wawancara berupa :
1. Apakah suka duka sebagai seorang wirausaha ?
2. Bagaimana sejarah berdirinya usaha Anda sebagai wirausahawan ?
3. Bagaimana cara atau usahanya sampai menjadi wirausaha yang berhasil ?
4. Produk apa saja yang Anda unggulkan ?
5. Apakah saran-saran wirausahawan tersebut terhadap Anda sebagai calon wirausaha ?

Latihan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini secara singkat dan benar !
1. Apa yang dimaksud dengan wirausaha (entrepreneur) ?
2. Apa fungsi utama dari seorang wirausaha ?
3. Sebutkan contoh peluang usaha di bidang jasa !
4. Karakteristik apa saja yang bisa mendukung seseorang bermental wirausaha ?
5. Mengapa wirausaha itu diperlukan dalam pembangunan negara ?
6. Apa sebabnya karakteristik seorang wirausahawan perlu dikembangkan ?
7. Sebutkan contoh orang-orang yang berhasil dalam wirausaha !
8. Sebutkan manfaat adanya seorang wirausaha !
9. Jelaskan mengapa kadang wirausaha mengalami kalah bersaing dalam menjalankan usahanya !
10. Apa maksudnya bahwa kemajuan ekonomi suatu negara banyak juga ditentukan oleh faktor keunggulan yang diciptakan oleh negara yang bersangkutan ?

Uji Kompetensi
A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, d atau e di depan jawaban yang benar !
1. Istilah wirausaha dari bahasa perancis yaitu ……
a. entrepreneur d. entrepreneurship
b. intrepreneur e. interoreneurship
c. entreprende
2. Sedangkan kata “usaha” dapat berarti ……
a. kegiatan atau upaya
b. kegiatan bisnis yang komersial
c. kegiatan untuk mencari keuntungan
d. kegiatan non bisnis dan non komersial
e. kegiatan bisnis yang komersial maupun bisnis yang non komersial
3. Dalam menghadapi era perdagangan kita harus mempersiapkan sumber daya manusia yang siap kerja dan mampu ……
a. bersaing dengan dunia bisnis yang lebih luas
b. membuka lapangan kerja baru
c. mempelajari seluk beluk dunia bisnis
d. mendapat modal yang tinggi
e. menerobos pasar dunia
4. Salah satu tujuan kewirausahaan adalah ……
a. meningkatkan jumlah wirausaha yang berkualitas
b. kemampuan bekerja secara tekun, teliti dan produktif
c. tidak konsumtif dan boros
d. menjadi contoh anggota masyarakat
e. para pengusaha kecil penghasil uang
5. Partner pemerintah dalam menanggulangi pengangguran adalah ……
a. pendidik
b. rakyat
c. wakil rakyat
d. wirausaha
e. pemerintah daerah
6. Berikut yang bukan merupakan sasaran kewirausahaan ……
a. anak-anak putus sekolah
b. pedagang
c. anak-anak SMK
d. para pegawai
e. para lansia
7. Syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang wirausaha adalah ……
a. mempunyai modal yang sangat besar
b. mempunyai rekan kerja yang banyak dan terpercaya
c. berani menghadapi segala resiko yang akan menimpanya
d. mampu bersaing dengan orang lain yang bergerak di bidang yang sama
e. bersedia bekerja keras dan bertanggung jawab atas pekerjaanya
8. Contoh keterampilan dasar yang memiliki kepribadian unggul adalah ……
a. mempunyai suatu cara
b. mempunyai kemampuan yang kuat
c. mampu merumuskan tujuan hidup
d. perjuangan tak mengenal lelah
e. memiliki pandangan formal
9. Di bawah ini adalah manfaat wirausaha bagi masyarakat ……
a. membudayakan sikap perilaku dan kemampuan kewirausahaan
b. mampu bekerja secara tekun, teliti, dan produktif
c. mendidik masyarakat agar hidup efisien dan tidak boros
d. kemampuan berkarya mandiri
e. meningkatkan jumlah wirausaha yang berkualitas
10. Dalam menghadapi perdagangan bebas, kebutuhan yang paling mendesak adalah……
a. menambah permodalan
b. meningkatkan pinjaman luar negeri
c. mempersiapkan sumber daya manusia yang siap kerja
d. meningkatkan manajemen perusahaan
e. meningkatkan kualitas barang-barang ekspor
11. Berikut ini yang bukan karakteristik wirausaha yang perlu dikembangkan dan dimiliki wirausaha adalah ……
a. berpikir positif dan bertanggung jawab
b. tidak ingkar janji dan tepat waktu
c. tidak peka terhadap kebutuhan orang lain
d. dapat mengendalikan emosi
e. memperhitungkan resiko
12. Akibat adanya kemandirian dan realitas berarti wirausahawan akan dapat ……
a. menentukan kegiatan usahanya atas kemampuan sendiri
b. menitikberatkan pada tugas yang diembannya
c. mencapai tujuan yang diinginkan
d. mengatasi hambatan-hambatan yang ada
e. bersaing dengan wirausahawan yang lain
13. Berikut ini yang tidak termasuk dalam syarat-syarat berwirausaha agar berhasil adalah.…
a. mempunyai kemauan dan bekerja keras
b. harus supel dan bergaul
c. mempunyai keyakinan dalam bekerja
d. merasa benar sendiri
e. bersedia menanggung resiko
14. Ketika usaha yang dijalankan mengalami kegagalan/kebangkrutan, seorang wirausaha akan bangkit lagi untuk memulainya. Hal ini dikarenakan mereka memiliki sikap mental, yaitu ……
a. kerja keras
b. mandiri
c. realitas
d. prestatif
e. komitmen tinggi
15. Hal yang patut dilakukan untuk mengubah sikap yang baik adalah ……
a. lebih baik berbuat kreatif dari pada berpikir kritis
b. supel dalam pergaulan dan yakin akan pekerjaan yang akan dilakukan
c. menggunakan proses pikir yang positif
d. berjuang tidak mengenal lelah
e. kemauan keras
16. Yang bukan termasuk contoh lapangan pemberian jasa adalah ……
a. tempat memandikan hewan ternak
b. pencucian berbagai macam jenis pakaian
c. penitipan anak
d. penetasan ikan
e. asuransi
17. Keuntungan menjadi wirausahawan diantaranya ……
a. mampu bergaul dan bersifat luwes
b. dapat memerintah bawahan semau kita
c. belajar dari pergaulan
d. terbuka peluang kesempatan untuk menjadi bos di perusahaan sendiri
e. terbuka kesempatan untuk mengenal banyak orang
18. Syarat-syarat menjadi wirausahawan yang baik dan sukses adalah ……
a. terampil, berpikir positif, dan ulet
b. berwatak baik dan tinggi
c. memiliki semangat tinggi
d. mampu mengorganisasi sendiri
e. semua jawaban benar
19. Melakukan segala sesuatu berdasarkan kemampuan dan kekuatan sendiri melalui pembuatan program sampai pelaksanaan oleh wirausahawan adalah ……
a. teliti
b. mandiri
c. mengenal potensi diri
d. berpedoman pada program
e. manajemen yang baik
20. Kebiasaan yang harus dihindari oleh seorang wirausahawan adalah ……
a. percaya diri
b. produktif
c. inovatif
d. bermalas-malasan
e. disiplin waktu
21. Di bawah ini dapat dikatakan sebagai wirausahawan adalah ……
a. orang yang mempunyai usaha
b. orang yang mempunyai perusahaan
c. orang yang mempunyai sebuah profesi
d. orang yang mempunyai ciri-ciri dan karakteristik wirausaha
e. orang yang mempunyai keahlian dan mampu menciptakan lapangan kerja
22. Yang bukan kegiatan lapangan perikanan adalah ……
a. pemeliharaan ikan
b. penetasan ikan
c. makanan ikan
d. pengangkutan ikan
e. pengawetan ikan
23. Di bawah ini yang bukan merupakan bidang kewirausahaan lapangan pengrajin adalah pengolahan hasil ……
a. pertanian
b. perikanan
c. pertambangan
d. peternakan
e. perkebunan
24. Melatih disiplin dapat dilakukan dengan ……
a. memenuhi semua keinginan hati
b. membatasi keinginan-keinginan
c. mendahulukan kewajiban dari pada hak
d. melakukan sesuatu apabila dapat hadiah
e. menunda-nunda pekerjaan
25. Berikut ini yang berarti bahwa seorang wirausaha mencintai pekerjaan bisnisnya dan produk yang dihasilkannya adalah ……
a. dream d. destiny
b. devotion e. determination
c. dedication
26. Menurut Bygrave uang bukanlah sebagai tujuan wirausahawan, tetapi uang dianggap sebagai ……
a. sasaran usahanya
b. motivasi dalam berbisnis
c. ukuran kesuksesan bisnisnya
d. Sesuatu yang didapatkannya
e. Bayaran atas usaha yang dilakukannya
27. Kebutuhan akan prestasi, berorientasi pada laba dan tekad kerja keras adalah ciri wirausaha yang ……
a. berani mengambil resiko
b. berorientasi pada masa depan
c. berorientasi pada tugas dan hasil
d. keorisinilan
e. berorientasi pada pekerjaan

28. Seseorang yang percaya diri akan muncul watak ……
a. pesimis d. rendah hati
b. sombong e. optimisme
c. mengetahui
29. Yang bukan Penyebab kegagalan dalam berwirausaha adalah ……
a. lemahnya pemasaran
b. tidak ada perencanaan matang
c. bakat tidak cocok
d. kurang pengalaman
e. berinovatif
30. Keberhasilan usaha disebabkan oleh hal-hal ……
a. sulit menerima kritik dan saran
b. berpikir tidak logis
c. ingin cepat kaya
d. keturunan pengusaha sukses
e. kerja keras dan disiplin tinggi

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas !
1. Bagaimana peranan wirausaha dalam pembangunan di Indonesia !
2. Bidang usaha apa yang dapat digeluti wirausahawan ?
3. Sebutkan siapa saja yang memerlukan pendidikan kewirausahaan !
4. Karakteristik wirausahawan diantaranya yaitu “mandiri”. Jelaskan maksudnya ?
5. Sebutkan beberapa karakteristik yang perlu dikembangkan bagi seorang wirausahawan !
6. Mengapa wirausaha harus bekerja keras ?
7. Bagaimana pendapat Anda adanya “unit produksi” di Sekolah Menengah Kejuruan ?
8. Jelaskan keuntungan berbuat jujur dalam berwirausaha !
9. Jika ingin berhasil dalam berwirausaha persyaratan apa saja yang harus dimiliki !
10. Sebutkan beberapa faktor yang dapat menyebabkan kegagalan wirausahawan !

Share KLIK DISINI UNTUK MELANJUTKAN......

MENGEMBANGKAN SEMANGAT WIRAUSAHA


MATERI PEMBELAJARAN
Dalam mengembangkan semangat kewirausahaan perlu memiliki sikap inovatif, kreatif dan bekerja efektif dan efisien. Hal ini dapat sebagai faktor pendorong terwujudnya keberhasilan bagi seorang wirausaha. Uraian berikut akan membahas tentang inovatif, kreatif, dan bekerja secara efisien dan efektif dalam hubungannya dengan upaya menumbuhkan semangat.


A. INOVATIF
1. Pengertian Inovatif
Orang yang sudah terjun dalam dunia bisnis harus mempunyai jiwa dan semangat kewirausahaan untuk mendukung keberhasilan dalam bisnisnya. Oleh karena itu sangat diperlukan orang-orang yang bersifat kreatif dan inovatif.
Inovasi adalah suatu proses mengubah peluang menjadi gagasan atau ide-ide yang dapat dijual dan merupakan hal atau terobosan baru.
Sedangkan kemampuan inovatif seorang wirausahawan merupakan proses mengubah peluang suatu gagasan dan ide-ide yang dapat dijual.
Contoh :
Seorang wirausaha bergerak dalam bidang jasa boga yang ingin sukses selalu berusaha berinovatif dalam hal bentuk, rasa, kemasan, atau bahan baku yang dipakai, dan lain-lain.

2. Pentingnya Inovatif
Apabila wirausahawan ingin sukses dan terus dapat menjalankan usahanya, ia harus membuat produk-produk yang dihasilkan dengan inovasi-inovasi baru sebab dalam dunia bisnis pada zaman sekarang produk-produk dan pelayanannya tanpa adanya inovatif tidak akan berkembang dan tidak akan mungkin sukses dalam berwirausaha. Keterlambatan berinovasi dalam produk dan pelayanan akan mengakibatkan kegagalan bagi seorang wirausaha. Dengan adanya bisnis akan membawa perkembangan dan perubahan dalam otonomi (Joseph Schumpeter).
Ada beberapa hal yang harus dijadikan dasar untuk meningkatkan kemampuan inovatif produk dan pelayanannya, antara lain :
a. Berorientasi kepada tindakan untuk selalu berinovasi.
b. Membuat produk dengan penuh inovatif dengan proses secara sederhana dan dapat dipahami serta dikerjakan.
c. Memulai membuat produk dengan inovatif yang terkecil.
d. Menentukan tujuan dalam berinovatif.
e. Menjalankan uji coba dan revisi.
f. Mulailah belajar berinovasi dari pengalaman.
g. Mengikuti jadwal yang sudah ditentukan dalam berinovatif.
h. Menghargai karyawan yang mempunyai gagasan dalam berinovatif.
i. Mempunyai keyakinan dan bekerja dengan penuh inovatif.
Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan inovatif seseorang wirausahawan adalah keinginan untuk berprestasi, pemasaran, resiko, pendidikan, pengalaman dan lain sebagainya. Adanya inovatif yang berasal dari orang lain akan memicu seseorang untuk berusaha agar bisnisnya berhasil.

3. Menerapkan Kemampuan Berinovatif
Seorang wirausahawan yang berinovatif tinggi dikenal mempunyai kemampuan menggabungkan imajinasi dan pikiran kreatif secara sistematis dan logis. Kombinasi tersebut menjadi bekal penting bagi keberhasilan di dalam berwirausaha. Menurut Koratko (1955), ada 4 jenis proses penerapan kemampuan inovatif, yaitu :
a. Invensi (penemuan) merupakan penemuan produk atau jasa yang merupakan proses yang benar-benar baru.
Contoh : Penemuan pesawat terbang oleh Wright bersaudara, penemuan pesawat telepon oleh Alexander Graham Bell, lampu pijak oleh T.A. Edison.
b. Ekstensi (pengembangan) merupakan pemanfaatan baru atau penerapan lain pada produk, jasa, atau proses yang ada.
Contoh : Pengusaha restoran MC. Donald’s yaitu Raynoc.
c. Duplikasi (penggandaan) merupakan replikasi kreatif atas konsep yang telah ada.
Contoh : Walmart (Departement Store).
d. Sintesis merupakan kombinasi atas konsep dan faktor-faktor yang telah ada dalam penggunaan atau formulasi baru.
Contoh : Merril Lyuch (Lembaga Keuangan) dan Fred Smith (Federal Express).
Faktor-faktor yang mendukung tercapainya keberhasilan penerapan kemampuan inovatif menurut James Brian Quinn (1945) adalah sebagai berikut :
a. Iklim dan visi
Perusahaan yang inovatif mempunyai visi yang singkat dan jelas, serta memberi dukungan nyata untuk terwujudnya suasana inovatif.
b. Orientasi pasar
Perusahaan yang inovatif melandaskan visi mereka dengan kenyataan yang ada di pasar.
c. Organisasi yang tetap datar dan kecil
Kebanyakan perusahaan yang inovatif berusaha menjaga keseluruhan perusahaan tetap datar serta tim proyek yang terkecil.
d. Proses belajar interaktif
Di dalam suatu lingkungan yang inovatif, proses belajar dan penelitian ide-ide mengabaikan garis fungsi tradisional dalam suatu perusahaan.
Dalam hubungan dengan bisnis, inovasi dapat dilakukan dengan terhadap :
- Produk, seperti : design/bentuk, corak/warna, rasa, ukuran, manfaat, keunggulan, kemudahan penggunaan.
- Atribut produk, seperti : harga, distribusi, kemasan, merk, promosi, pelayanan dan cara pembelian.

4. Prinsip-Prinsip Inovasi
a. Prinsip Keharusan
1) Keharusan menganalisis peluang
Semua sumber peluang inovatif harus dianalisis secara sistematis. Tujuannya adalah mencari peluang yang benar-benar sesuai dengan inovasi yang akan dilakukan.
2) Keharusan memperluas wawasan
Makin banyak hal-hal baru yang kita dapat maka makin mudah bagi kita untuk mencari gagasan yang inovatif, memperluas wawasan dapat dilakukan dengan cara lebih banyak membaca, mendengar dan merasakan.
3) Keharusan untuk bertindak efektif
Syarat bagi keefektifan sebuah inovasi adalah kesederhanaan sehingga timbul pernyataan “hal ini sebetulnya sederhana, mengapa tidak berpikir sebelumnya”.


4) Keharusan untuk tidak berpikir muluk
Memiliki impian yang besar memang bagus, hal ini merupakan sumber inspirasi untuk melakukan sebuah inspirasi. Tetapi akan lebih baik jika dari hal-hal yang lebih kecil dahulu.
b. Prinsip larangan
1) Larangan untuk berlagak pintar
2) Larangan untuk rakus
3) Larangan untuk berpikir terlalu jauh ke depan
5. Mengembangkan Cara Berpikir Inovatif
Pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan untuk berpikir secara inovatif tetapi kemungkinan ini hanya berkemauan keras untuk mengembangkan kemampuannya tersebut menjadi suatu keberhasilan. Untuk mengembangkan cara berpikir inovatif, dapat dilakukan dengan cara-cara berikut :
a. Membiasakan memiliki kemampuan
b. Memperkaya sumber ide
c. Membiasakan diri menerima perbedaan dan perubahan
d. Menumbuhkan sikap empati
e. Merupakan kemampuan inovatif

6. Menerapkan Kemampuan Inovatif Dalam Pola Asuh Di Sekolah
Untuk mampu berinovatif di lingkungan sekolah siswa diharapkan bisa mencari hal-hal yang bisa memberikan ide-ide segar atau menambah pengetahuan dengan cara :
a. Mengunjungi secara rutin perpustakaan sekolah atau pergi ke took buku untuk mencoba mencari buku-buku yang memberikan ide-ide baru. Juga biasakan memperbanyak daftar pustaka untuk tugas makalah yang diberikan oleh guru. Ini akan memperkaya wawasan.
b. Usahakan bersikap aktif saat diskusi di kelas. Ungkapkan pendapat tidak perlu merasa malu, segan, juga jangan merasa tersinggung atau marah jika ada teman menyanggah pendapat yang kita ajukan. Ini akan melatih kita untuk menerima perbedaan pendapat.
c. Gunakan waktu istirahat untuk berdiskusi dengan teman-teman tentang keadaan saat ini. Munculkan gagasan-gagasan yang terlintas untuk menghadapi keadaan. Jangan takut untuk ditertawakan. Ini akan melatih kita membangun impian-impian besar yang didasarkan pada kebutuhan.




B. KREATIVITAS
1. Pengertian Kreativitas
Nasib buruk dan sial jangan sampai kita biarkan mengganggu pikiran kita. Arahkan pandangan kita pada masa depan yang gemilang. Kegelapan yang suram harus kita ubah menjadi lebih cerah, produktif, dan penuh kreatif. Cara berpikir positif mengarahkan pada hal-hal yang baik dan sesuatu yang buruk itu harus dipandang sebagai pengalaman dan guru yang terbaik. Cara berpikir demikian kita katakan cara kreatif dan produktif.
Dengan demikian apa yang dimaksud dengan kreativitas kreatif itu ? Conny Setiawan (1984) menjelaskan kreativitas adalah sebagai berikut :
- Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu produk yang baru.
- Kreativitas kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
Menurut A. Roe ( Kao.1989:15-16) manusia kreatif mempunyai ciri-ciri :
a. Keterbukaan dalam pengalaman,
b. Melihat sesuatu dengan cara yang tidak biasa,
c. Keingintahuan,
d. Menerima dan menyesuaikan yang kelihatannya berlawanan,
e. Dan menerima perbedaan,
f. Percaya pada diri sendiri,
g. Tekun,
h. Berani mengambil resiko,
i. Tidak hanya tunduk pada standar dan pengawasan kelompok.

E. Ugene Raudsepp, (1983, Profile of the Creative Individual, Creative Computing) menambahkan syarat-syarat seorang disebut kreatif, antara lain :
a. sensitivitas kepada persoalan,
b. kesiapan dan kemampuan untuk menghasilkan sejumlah ide-ide besar,
c. fleksibilitas
d. keaslian
e. mau mendengarkan perasaan-perasaan orang lain
f. keterbukaan terhadap fenomena di bawah sadar
g. motivasi
h. bebas dari ketakutan atas kegagalan
i. kemampuan untuk berkonsentrasi
j. berpikir dengan berbagai image
k. kepandaian memilih




2. Pentingnya Kreativitas
Seorang wirausahawan perlu melakukan kreativitas karena :
a. Keberhasilan dalam persaingan bisa diperoleh dengan mengembangkan daya kreatif.
b. Kreatifitas merupakan sumber yang berharga dan harus dipelihara serta jangan disia-siakan.
c. Tantangan baru selalu muncul dan harus dihadapi dengan kreativitas baru.
d. Kreativitas adalah gagasan yang tidak diramalkan datang dan perginya serta memiliki keunikan yang tinggi.

3. Melatih Kreativitas Melalui Kegiatan
Agar lebih jelas di bawah ini diberkan contoh melatih kreativitas seseorang :
a. Seorang siswi SMK di sekolah membuat kejutan dengan membuat kue dengan resep baru sebagai hasil eksperimennya.
b. Siswa SMK jurusan tata kecantikan mencoba untuk membuat baki lamaran dengan hiasan yang baru dan model yang bermacam-macam.
c. Siswa menyusun batang korek/stick es cream untuk dibuat menjadi gedung, mobil, lampion, motor dan lain-lain.
d. Seorang membuat keset dari kain percak.
Berdasarkan penelitian, kreativitas dapat didefinisikan menjadi 3 tipe kreativitas yang berbeda, yaitu :
a. Menciptakan
Menciptakan adalah proses membuat sesuatu dari tidak ada menjadi ada.
b. Modifikasi sesuatu
Dalam memodifikasi sesuatu, orang mencari cara-cara membentuk fungsi-fungsi baru atau menjadikan sesuatu menjadi berbeda penggunaannya oleh orang lain.
c. Mengkombinasikan
Mengkombinasikan dua hal atau lebih yang sebelumnya tidak saling berhubungan.

4. Menerapkan Kemampuan Kreativitas
Banyak hal dapat dilakukan untuk menerapkan dan meningkatkan kreativitas para calon wirausaha. Diantaranya sebagai berikut :
a. Menggunakan akal
Proses kreativitas meliputi pemikiran logis dan analisis terhadap pengetahuan, evaluasi, dan tahap-tahap implementasi. Jadi seorang wirausaha yang ingin lebih kreatif, syaratnya harus melatih diri dan mengembangkan kemampuannya melalui kegiatan usaha.
b. Hapus perasaan ragu-ragu
Penghambat pemikiran kreatif diantaranya ragu-ragu terhadap pemikiran ide-ide positif. Oleh karena itu agar kreativitas seseorang calon wirausaha dapat berkembang maka hapuslah perasaan ragu-ragu itu dan berpikirlah secara positif.
c. Mengenali lingkungan
Untuk membantu meningkatkan kreativitas para calon wirausaha dapat dilakukan dengan cara pandang yang statis terhadap lingkungan yang telah ada. Caranya adalah wirausaha mengenali hubungan yang baru dan berbeda.
d. Mengembangkan perspektif fungsional
Seorang wirausaha yang kreatif akan dapat melihat teman-temannya, sebagai alat untuk memenuhi keinginannya dan membantu menjelaskan serta menyelesaikan suatu pekerjaanya.
Beberapa kebiasaan mental jelek yang dapat menghambat kreativitas wirausaha diantaranya :
a. Pemikiran kemungkinan (probabilitas)
Guna memperoleh keamanan dalam membuat keputusan, seorang wirausaha cenderung percaya kepada teori kemungkinan. Apabila berlebihan maka hal ini akan menghambat seseorang dalam kenyataan yang sebenarnya tengah dihadapi. Dalam kreativitas sering kali seseorang wirausaha mencari kesempatan yang hanya akan datang sekali saja dalam hidupnya.
b. Stereotype
Dalam hal ini sudah ada ketentuan atau karakteristik tertentu untuk suatu hal. Begitu pula halnya kesuksesan yang dapat diraih. Karena keterbatasannya, seorang wirausaha ingin melakukan sesuatu hal karena stereotype ini akan terlunasi cara pandang dan persepsinya terhadap kemungkinan lain sebenarnya dapat diraih.
c. Pemikiran lain
Sejalan dengan pesatnya perkembangan kehidupan seorang wirausaha banyak terpenuhi oleh hal-hal yang tidak pasti dan meragukan. Banyak orang yang mengira dengan kenyataan-kenyataan yang dihadapinya. Bagi orang yang kreatif, lebih baik menerima keadaan tersebut dalam hidupnya, bahkan mereka sering menemukan sesuatu yang berharga dalam kondisi tersebut.
d. Mencari selamat
Dalam mencari kehidupannya, orang akan cenderung menghindari resiko misalnya resiko kegagalan. Bahkan dianggap sebagai permainan yang menarik dan dapat dijadikan guru untuk keberhasilan di masa yang akan datang.
Untuk membantu menerapkan kemampuan kreatif seseorang, dapat dilakukan sebagai berikut :
a. Rileks
Beberapa cara atau teknik rileks adalah dengan meditasi, mendengarkan alunan musik, mendengarkan humor, rekreasi, dan berhenti sejenak memikirkan permasalahan.
b. Melatih otak
Mengeluarkan semua gagasan tanpa harus menyebut pemecahannya terlebih dahulu, latihan konsentrasi dan memikirkan cara menyelesaikan masalah-masalah pribadi.
c. Menentukan keinginan
Kamu harus memahami permasalahannya sebelum mencoba memecahkannya, mengumpulkan fakta-faktanya dan mencoba mengidentifikasi fakta-fakta yang paling penting.
d. Cara mengatasi masalah
Hal ini dapat dilakukan dengan mematok waktu untuk memfokuskan pada tahap merencanakan, menyusun sub tujuan, mengingat kembali masalah-masalah yang serupa. Bagaimana memecahkan permasalahannya ? Caranya pergunakanlah analogi-analogi, strategi pemecahan yang berbeda, baik secara verbal, visual, matematis atau diagram-diagram, selanjutnya harus percaya pada intuisi dan bermainlah pada gagasan-gagasan yang positif.
e. Cara melakukan sesuatu dengan baik
Cara ini melibatkan upaya-upaya secara orisinil, menjaga keterbukaan pikiran dan menunda menggunakan cara-cara biasa dalam mengerjakan sesuatu.
Berdasarkan analisis Guilfold, disebutkan ada lima faktor sifat yang menjadi ciri kemampuan berpikir positif :
a. Kelancaran (fluency)
Kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan.
b. Keluwesan (Fleksibility)
Kemampuan untuk mengemukakan bermacam-macam pemecahan atau pendekatan terhadap masalah.
c. Keaslian (Originality)
Kemampuan untuk mencetuskan gagasan dengan cara-cara asli dan tidak klise.
d. Penguraian (Elaboration)
Kemampuan untuk menguraikan suatu secara lebih rinci.
e. Perumusan kembali (Redefinition)
Kemampuan untuk meninjau suatu persoalan berdasarkan perspektif yang berbeda dengan apa yang sudah diketahui oleh banyak orang.

5. Hambatan Dalam Berpikir Kreatif
Hambatan utama yang dihadapi untuk berpikir kreatif adalah adanya pembatasan-pembatasan dalam berpikir. Pembatasan-pembatasan tersebut adalah pembatasan situasi dan pembatasan mental.
Pembatasan situasi adalah pembatasan yang nyata misalnya keterbatasan uang, umur, waktu, fisik, pendidikan dan norma dalam masyarakat. Semua itu adalah fakta yang membatasi proses berpikir kreatif seseorang.
Pembatasan mental adalah pikiran-pikiran yang membatasi proses berpikir kreatif seseorang. Misalnya kekhawatiran tentang dana terbatas, waktu yang tidak cukup, pihak lain yang enggan membantu dan sebagainya.

6. Berpikir Positif
Berpikir positif adalah selalu mengarahkan dan menekankan kepada hal-hal yang positif, yaitu dengan melihat dan mempertimbangkan segala kemungkinan yang menguntungkan dan menyenangkan terhadap setiap hal yang dilihat dan dihadapi.
Motto yang harus benar-benar diperhatikan adalah 3 H yaitu ; Head, Hand, Heart. Bekerja dengan pikiran sehat, tangan yang terampil dan hati yang luhur adalah sebagian dari keimanan terhadap Tuhan. Betapa bahagianya orang yang dapat melaksanakan ke tiga hal tersebut.
Membiasakan diri berpikir positif akan membuat seseorang :
a. Membuat seseorang tangkas dan sigap dalam melaksanakan tugas, pandai merebut kesempatan dan bahagia dalam hidupnya.
b. Tidak akan dihinggapi berbagai sikap mental negatif seperti iri, dengki dan malas.
c. Menumbuhkan berbagai ide baru yang positif.
Seseorang yang berpikir positif akan selalu berpikir bahwa segala sesuatu itu pasti ada gunanya sehingga cara berpikir ini mengarahkan orang untuk menjadi orang yang kreatif, dinamis dan maju.

C. BERPIKIR EFEKTIF DAN EFISIEN
1. Pengertian
Efektif adalah mencapai sasaran sesuai rencana, sedangkan efisien artinya perbandingan terbaik antara usaha dan hasil (usaha tertentu untuk mencapai hasil tertentu).
Bekerja efektif dan efisien adalah bekerja yang mencapai hasil tertentu sesuai dengan hasil yang direncanakan dengan pengorbanan tertentu pula (waktu, tenaga, pikiran, biaya dan ruang).
Beberapa unsur penunjang bekerja efektif dan efisien, yaitu :
a. Ketetapan ; tepat dalam membuat rencana, menentukan sasaran, memilih, menggunakan metode, mengukur dan sebagainya.
b. Kecermatan ; cermat dalam memilih, mengerjakan pekerjaan, dan lain-lain.
c. Kecepatan ; cepat dalam menangkap kebutuhan konsumen, memperoleh informasi dan sebagainya.
d. Penghematan ; hemat dalam menggunakan waktu, tenaga dan biaya.
e. Keselamatan ; Dapat menyelesaikan pekerjaan dengan selamat sehingga tidak menjadi resiko yang harus ditanggung dan dibiayai.

2. Pentingnya Latihan Bekerja Efektif Dan Efisien
Pentingnya menanamkan pekerjaan efektif dan efisien melalui latihan adalah sebagai berikut :
a. Untuk meningkatkan kemampuan bekerja secara efektif dan efisien,
b. Untuk mengurangi pengawasan dalam bekerja,
c. Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan,
d. Untuk mengembangkan rasa kesetiakawanan,
e. Untuk mengembangkan sikap para pegawai yang positif,
f. Untuk mengembangkan dan memupuk kemampuan berprakarsa,
g. Untuk mengembangkan daya kreativitas,
h. Untuk mencapai efektifitas dan efisiensi.

3. Manajemen Waktu Sebagai Bagian Dari Cara Kerja Yang Efektif dan Efisien
Kemampuan menggunakan waktu dengan tepat, efektif, efisien dan menguntungkan, merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan para wirausaha. Bahkan dapat dikatakan bahwa keberhasilan dari wirausaha dalam berbisnis juga dipengaruhi oleh kemampuannya dalam memanajemen waktunya.
Agar para wirausaha dapat menggunakan waktu dengan efektif dan efisien, dapat memanfaatkan pertanyaan-pertanyaan berikut untuk membantu memanajemen waktunya.
a. Apakah telah mengadakan pembagian waktu menurut semestinya ?
b. Apakah pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan tepat objek dan tepat waktu ?
c. Untuk apa waktu-waktu yang akan datang digunakan ?
d. Apakah telah menggunakan waktu yang ada ?
e. Apakah telah membuang waktu dengan sia-sia ?
f. Berapa lama waktu yang digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat ?
g. Bagaimana harus membagi waktu agar bermanfaat ?
Berikut beberapa petunjuk untuk menggunakan dan mendayagunakan waktu secara efektif dan efisien :
a. Buatlah perencanaan usaha atau bisnis dan kegiatan-kegiatan untuk mencari tujuan.
b. Biasakanlah untuk membagi dan menepati waktu dalam kehidupan sehari-hari.
c. Sadarilah bahwa waktu sangat berharga untuk mengisi kehidupan dengan berkarya dan berprestasi.
d. Renungkanlah dan rumuskan hal-hal yang menjadi tujuan dalam hidup.
e. Jangan suka menunda-nunda pekerjaan.
f. Kenalilah kondisi penyesuaian diri terhadap waktu.
g. Melatih kedisiplinan dalam setiap melaksanakan kegiatan yang telah dijadwalkan.
h. Untuk memperkuat disiplin, usahakanlah membiasakan diri bekerja dengan konsentrasi penuh.
i. Manfaatkanlah waktu-waktu senggang untuk kegiatan-kegiatan yang berguna bagi hidup ini, baik untuk belajar, bisnis, memperkaya pengalaman, maupun untuk mengerjakan kegiatan lainnya.
j. Bekerjalah di dalam batas-batas kemampuan fisik dan psikis.
k. Manfaatkanlah waktu jam makan sebaik-baiknya untuk menjalin hubungan kekeluargaan, dapat bertukar pikiran, serta merancang kegiatan-kegiatan yang efektif dan efisien bagi kepentingan bisnis.
l. Sedapat mungkin hindarilah kesalahan-kesalahan dalam melaksanakan tugas-tugas.

Tugas Kelompok
Kerjakanlah tugas-tugas berikut !
1. Carilah artikel yang berisi tentang :
a. Kegiatan wirausaha yang sukses
b. Kegiatan usaha bagi pemula
2. Diskusikan artikel tersebut bersama kelompok Anda !



Latihan
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas !
1. Berdasarkan penelitian, kreativitas dapat diidentifikasi menjadi 3 tipe yang berbeda. Sebutkan ketiga tipe tersebut !
2. Bagaimanakah cara yang dapat digunakan untuk menerapkan dan meningkatkan kreativitas calon wirausaha ?
3. Hal-hal apa sajakah yang dapat merintangi kreativitas ?
4. Hal-hal apa saja yang harus dijadikan dasar untuk meningkatkan kemampuan dalam berinovasi produk dan pelayanannya ?
5. Apa yang terjadi jika wirausaha terlambat dalam berinovasi dalam produk dan pelayanan ?
6. Mengapa seorang wirausaha melakukan kreativitas ?
7. Berdasarkan penelitian, kreatifitas dapat diidentifikasikan menjadi tiga tipe kreativitas yang berbeda. Sebutkan ketiga tipe tersebut ?
8. Hal-hal apa sajakah yang dapat merintangi kreativitas usaha ?
9. Mengapa setiap perusahaan pasti membutuhkan karyawan yang kreatif dan inovatif ?
10. Mengapa teknologi ikut berperan serta dalam peningkatan kemampuan berinovatif ?

















Uji Kompetensi
A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d atau e di depan jawaban yang benar!
1. Suatu proses mengubah peluang menjadi gagasan disebut……
a. kreatif d. imajinasi
b. inovatif e. gagasan finansial
c. inisiatif
2. Supaya berhasil dan mampu menyesuaikan situasi dan kondisi bisnis saat ini, seorang wirausaha harus mampu…...
a. memperbanyak modal
b. menghasilkan barang yang banyak
c. menyesuaikan dengan lingkungan
d. kreatif dan inovatif
e. menarik rekan kerja yang banyak
3. Salah satu dasar untuk meningkatkan kemampuan inovasi produk pelayanan adalah……
a. menemukan gagasan baru
b. dengan manajemen yang baik
c. menjalankan uji coba atau revisi
d. menambah karyawan baru
e. memperbanyak jumlah produksi
4. Wirausahawan yang mengalami kegagalan dalam bisnis, biasanya dikarenakan……
a. kurangnya dana untuk usaha
b. terlambat berinovasi dalam produk dan pelayanan
c. kebijaksanaan pemerintah
d. gagal menghadapi pesaing
e. tenaga kerja tidak berkualitas
5. Jika perusahaan ingin berumur panjang dalam menjalankan usahanya, wirausahawan harus memandang inovasi sebagai……
a. proses yang sederhana
b. hal yang menyulitkan
c. proses yang berjalan sementara
d. proses yang berkesinambungan
e. proses yang membutuhkan dana banyak

6. Inovasi yang berhasil adalah inovasi yang……
a. spesifik dan mempunyai keuntungan yang besar
b. mempunyai tujuan yang banyak
c. beraneka ragam
d. spesifik jelas dan desainnya dapat diterapkan
e. menghasilkan produk yang banyak
7. Inovator-inovator yang berhasil adalah mereka yang tidak berfokus pada resiko, tetapi berfokus pada……
a. hasil atau produk d. masa depan
b. strategi e. peluang
c. keuntungan
8. Beberapa larangan yang penting dalam berinovasi adalah……
a. harus sederhana dan difokuskan
b. jangan berlagak pintar
c. mempunyai tujuan yang sistematis
d. menganalisis peluang
e. berdasarkan pengetahuan
9. Tidak ada perusahaan yang bisa tergantung pada produk yang telah dihasilkan. Jika perusahaan ingin berumur panjang maka harus memandang inovasi sebagai……
a. hal yang menyulitkan
b. proses yang berjalan sekilas
c. proses yang sederhana
d. proses yang banyak membutuhkan dana
e. proses yang berkesinambungan
10. Mereka yang mengalami kegagalan bisnis disebabkan oleh……
a. kurangnya promosi
b. kurangnya dana berproduksi
c. terlambat dalam inovasi produk dan pelayanan
d. tidak mampu bersaing di pasaran
e. peraturan yang terlalu ketat


11. Kombinasi atas konsep dan faktor-faktor yang telah ada dalam penggunaan seperti pegadaian, asuransi, termasuk penerapan kemampuan inovatif……
a. adaptasi d. ekstensi
b. duplikasi e. invensi
c. sintesis
12. Penemuan produk dan jasa yang benar-benar sebelumnya ada di masyarakat disebut……
a. adaptasi d. ekstensi
b. duplikasi e. invensi
c. sintesis
13. Salah satu contoh wirausahawan dalam meningkatkan kemampuan berinovatif adalah……
a. mengeluarkan gagasan baru dalam penerimaan karyawan
b. memberikan gaji yang besar bagi karyawan
c. mempersiapkan instrumen untuk menyaring karyawan yang memiliki kreativitas yang tinggi
d. membuat perencanaan
e. mencari izin usaha
14. Adanya inovatif terhadap produk akan membawa adanya perkembangan dan……
a. kemajuan teknologi
b. perubahan dalam ekonomi
c. keuntungan yang sebanyak-banyaknya
d. kemajuan manusia
e. harapan orang-orang
15. Orientasi pasar dalam penerapan kemampuan inovatif harus berdasarkan pada……
a. misi perusahaan
b. visi dengan kenyataan pasar
c. harapan terakhir
d. proses produksi perusahaan
e. selera konsumen
16. Berpikir secara luas dan luwes sehingga mampu menggabungkan ide-ide atau gagasan yang sudah pernah ada menjadi gagasan baru, merupakan pengertian dari berpikir……
a. regresif d. realistis
b. kreatif e. konseptual
c. positif
17. Langkah pertama untuk mengembangkan daya pikir kreatif adalah dengan……
a. mengubah sikap mental
b. berani menghadapi resiko
c. menumbuhkan rasa percaya diri
d. banyak berdoa
e. meminta nasehat kepada wirausahawan
18. Seseorang dikatakan kreatif apabila dia memiliki……
a. kekayaan
b. kemandirian
c. gagasan baru yang diwujudkan
d. kredibilitas
e. pengalaman
19. Pemikiran kreatif berhubungan langsung dengan……
a. peluang usaha yang menguntungkan perusahaan
b. keinginan yang besar
c. penambahan nilai, penciptaan nilai, serta penemuan peluang bisnis
d. intelegensi dari perusahaan
e. banyak persaingan yang dihadapi
20. Bangsa yang terkenal di dunia karena kreativitas tinggi dengan menciptakan produk-produk berkualitas tinggi adalah……
a. Korea d. Jepang
b. Canada e. Australia
c. Amerika
21. Orang-orang sukses mendominasi dunia bisnis atau perdagangan karena mereka……
a. tipe pekerja keras, ulet, bersemangat tinggi dan sangat kreatif
b. tingkat intelegensi mereka rata-rata sangat tinggi
c. memiliki modal/dana yang besar hasil dari penjajahan di masa lalu
d. memiliki rasa percaya diri yang besar
e. terbiasa makan makanan yang bergizi tinggi seperti jenis ikan dan sayuran




22. Cara menerapkan dan meningkatkan kreativitas para calon wirausaha……
a. banyak tidur
b. hapus perasaan ragu-ragu
c. perencanaan yang matang
d. mengenali diri sendiri
e. berdiskusi
23. Proses kreativitas meliputi pemikiran yang logis dan analisis terhadap pengetahuan, evaluasi dan tahap-tahap implementasi, berarti calon wirausahawan harus……
a. menggunakan akal
b. hapus perasaan ragu-ragu
c. mengenali lingkungan
d. mengembangkan perspektif fungsional
e. berpandangan positif
24. Agar konsumen tidak bosan, maka wirausahawan membuat bentuk pakaian dengan model yang berbeda dari waktu ke waktu ditampilkan. Hal ini disebut……
a. menciptakan d. deferensiasi
b. memodifikasi e. diversifikasi
c. kombinasi
25. Segala sesuatu dapat dikerjakan dengan berdaya guna atau segala sesuatu dapat diselesaikan dengan tepat, cepat, hemat dan selamat disebut……
a. efektif d. inovatif
b. fleksibel e. kreatif
c. efisien
26. Dengan biaya sekecil-kecilnya tanpa adanya pemborosan dalam bidang pekerjaan apapun disebut ……
a. Tepat d. selamat
b. Cepat e. tangkas
c. hermat
27. Salah satu pentingnya menanamkan pekerjaan efektif dan efisien adalah ……
a. mempunyai kemampuan berkomunikasi dalam bisnis
b. mempunyai semangat juang tanpa putus asa
c. untuk meningkatkan kemampuan bekerja efektif dan efisien
d. mempunyai semangat etos kerja tinggi
e. mempunyai proses berpikir negatif
28. Contoh perilaku pembinaan bekerja secara efektif dan efisien adalah ……
a. melakukan kegiatan rutin dengan tepat waktu
b. melakukan transaksi jual beli
c. direct selling
d. bekerja sama
e. melobi ke perusahaan
29. Wirausahawan bekerja berdasarkan pada ……
a. orang lain
b. rasa ragu-ragu
c. kemauan sendiri
d. tanggung jawab kurang
e. semangat yang kurang
30. Proses membuat keputusan dari tidak ada menjadi ada disebut ……
a. mengkombinasi d. produktivitas
b. memodifikasi e. inovasi
c. menciptakan
31. Yang bukan saran-saran yang dapat menolong mengurangi resiko ditolaknya kreativitas anda adalah ……
a. kemukakan ide Anda sedikit demi sedikit
b. coba uraikan dan utarakan ide kreatif kepada teman Anda kepada orang lain
c. jika ide kreatif Anda sudah pasti, baru Anda tulis
d. Pilihlah tempat dan waktu untuk mengemukakan ide kreatif Anda kepada orang lain
e. Gunakan system pengendalian yang kuat dan tidak lentur
32. Salah satu ciri manusia kreatif adalah……
a. pasif terhadap pengalaman
b. melihat sesuatu dengan cara biasa
c. menyesuaikan yang kelihatannya sejalan
d. mampu membuat pengusaha menjadi pandai
e. mampu bersaing tanpa menggunakan kreativitas




33. Kreativitas sangat perlu untuk seorang wirausaha karena……
a. akan meningkatkan nama baik perusahaan
b. kreativitas datangnya dapat diramalkan
c. tantangan baru selalu muncul dan dapat dihadapi dengan kreativitas baru
d. mampu membuat penguasa menjadi pandai
e. mampu bersaing tanpa menggunakan kreativitas
34. Berikut ini yang bukan merupakan hal-hal yang mendorong wirausaha untuk berpikir kreatif adalah……
a. kerja keras
b. keuletan dan ketekunan
c. bakat dan kemampuan
d. pengalaman
e. pendidikan
35. Penerapan perilaku belajar melalui pembuatan sesuatu jika memungkinkan melalui pembuatan yang diakui berstandar tinggi secara efektif dan efisien disebut ……
a. studi kasus d. belajar teori
b. magang e. perilaku kreatif
c. motivation training


B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas !
1. Apa yang dimaksud dengan inovatif ?
2. Mengapa penerapan inovatif dapat dipengaruhi oleh industri dan pasar ?
3. Sebutkan prinsip-prinsip dalam inovasi !
4. Jelaskan pengertian kreativitas yang Anda ketahui !
5. Mengapa seorang wirausahawan harus kreatif ?
6. Berikanlah contoh kreativitas melalui kegiatan untuk siswi di SMK !
7. Bagaimana cara mengukur kemampuan kreativitas seseorang ?
8. Membiasakan diri berpikir positif akan membantu seseorang dalam hal apa ?
9. Apa yang menjadi hambatan utama dalam berpikir kreatif ?
10. Berilah contoh konkret bekerja efektif dan efisien dalam kehidupan sehari-hari !

Share KLIK DISINI UNTUK MELANJUTKAN......
powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme